Untuk Pertama Kalinya, Beras Indonesia Dipakai Konsumsi Jamaah Haji di Arab Saudi
- Ist
Jateng – Kementerian Haji dan Umrah menyatakan pengiriman 2.280 ton beras Nusantara ke Arab Saudi merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem logistik haji berbasis produk pangan nasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi mengatakan pengiriman tersebut menjadi tonggak penting setelah sekian lama Indonesia berupaya agar beras nasional dapat digunakan untuk konsumsi jamaah haji di Arab Saudi.
"Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jamaah haji di Arab Saudi," ujar Jaenal Effendi di Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Ekspor beras tersebut dilaksanakan oleh Perum Bulog sebagai pelaksana teknis. Volume pengiriman disesuaikan dengan jumlah jamaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai sekitar 205.420 orang, termasuk calon jamaah haji reguler dan petugas.
Menurut Jaenal, langkah ini tidak hanya bertujuan memastikan ketersediaan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia, tetapi juga menjadi sarana promosi beras Indonesia di pasar internasional.
Beras Premium
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan beras yang dikirim merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beras tersebut diproses langsung tanpa melalui penyimpanan lama di gudang.
Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas penggilingan, yaitu pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang.
"Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog," ujarnya yang dikutip dari Antara.
Sebelumnya, pemerintah melalui Perum Bulog secara resmi mengekspor 2.280 ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Ekspor ini dinilai sebagai bukti meningkatnya kapasitas swasembada pangan nasional yang kini mampu memasok kebutuhan hingga ke luar negeri.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog, para petani di seluruh Indonesia, serta para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan capaian tersebut.