Dorong Kalender Hijriah Global, Muhammadiyah: KHGT Bukan Ide Kemarin Sore, tapi Sudah dari 1938

Kalender Jawa
Sumber :
  • (dihashasanudin/Pixabay)

Jateng – Gagasan penyatuan kalender Hijriah kembali mengemuka dalam diskursus umat Islam dunia. Salah satu konsep yang terus dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni sistem kalender yang diharapkan mampu menyatukan penentuan awal bulan Hijriah secara serentak di seluruh dunia.

img_title Rekomendasi Tempat Bukber Tegal, Ada yang Buka Sampai Malam

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sekaligus narasumber dalam kajian Pengajian Ramadhan PWM Jawa Tengah se-Solo Raya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Agus Purwanto, menjelaskan bahwa konsep KHGT pada dasarnya bertujuan menyeragamkan tanggal Hijriah secara global.

“Maksudnya, satu Ramadhan itu satu tanggal (bersama-sama) di kalender Masehi. Jadi misal satu Ramadhan itu 19 Februari, maka di seluruh muka bumi pun akan sama,” jelasnya, Minggu 8 Maret 2026.

img_title Deretan Takjil Khas Purwokerto yang Wajib Dicoba, Ada yang Harus Disedot

Menurut Agus, perbedaan penentuan awal bulan Hijriah selama ini masih kerap terjadi karena adanya perbedaan metode dalam menentukan pergantian bulan qamariyah yang kemudian dikaitkan dengan kalender syamsiyah atau kalender Masehi.

Ia menuturkan bahwa gagasan kalender Hijriah global bukanlah konsep baru. Ide tersebut telah melalui perjalanan panjang dan sudah dibahas sejak hampir satu abad lalu.

img_title 3 Rekomendasi Kuliner Takjil Ramadan di Batang Ini Wajib Masuk Daftar Buruan Ngabuburit Kamu

Awal Gagasan Muncul

Pada 1939, seorang ahli hadis asal Mesir, Syekh Ahmad Muhammad Syakir, pertama kali mengusulkan penggunaan kalender Islam global. Gagasan itu kemudian berkembang dalam berbagai forum internasional.

Pembahasan kembali menguat pada 1978 melalui forum di Turki. Dalam perkembangan selanjutnya, ilmuwan Muslim Muhammad Ilyas memperkenalkan konsep kalender Islam global. Kemudian pada 2008, lahir Deklarasi Dakar dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyerukan pentingnya penyatuan kalender Hijriah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Di Indonesia, Muhammadiyah juga aktif mendorong pengembangan konsep tersebut. Pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015, organisasi ini memberikan amanat untuk mengembangkan kalender Hijriah global.

Setahun kemudian, dalam Konferensi Internasional Kalender Islam di Istanbul tahun 2016, para pakar menghasilkan konsensus mengenai konsep Kalender Hijriah Global Tunggal.

Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid kemudian melanjutkan pengembangan konsep tersebut. Pada 2021, Muhammadiyah mulai merancang prototipe KHGT yang terus dibahas dalam berbagai forum ilmiah.

Halaman Selanjutnya
img_title