Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Pastikan Jamaah Umrah Tetap Aman

Menhaj
Sumber :
  • Kemenhaj

Jateng – Pemerintah memastikan jamaah umrah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman di Arab Saudi meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada aktivitas penerbangan internasional.

img_title Obat Rindu Masakan Nusantara, Ini Menu Andalan Kemenhaj untuk Jamaah Haji Indonesia

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa kondisi keamanan di kota-kota utama tujuan ibadah, seperti Jeddah, Makkah, dan Madinah, masih aman dan kondusif.

“Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

img_title Kemenhaj Prioritaskan Kelas Bisnis untuk Jemaah Lansia dan Difabel

Meski demikian, Irfan menjelaskan eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak pada stabilitas keamanan regional sekaligus mengganggu aktivitas transportasi udara internasional.

Beberapa negara di kawasan tersebut dilaporkan menutup ruang udara, terutama pada jalur yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan menuju kawasan Teluk.

img_title Haji Ilegal Mengancam, Pemerintah Perketat Bandara dan Daerah Jelang Keberangkatan 2026

“Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” kata Irfan.

Akibat kondisi tersebut, proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah, terutama yang menggunakan penerbangan transit, mengalami gangguan.

Ribuan Jemaah Masih di Arab Saudi

Berdasarkan laporan yang diterima hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 50.374 jamaah umrah masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut sekitar 14.115 jamaah berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat gangguan penerbangan internasional.

Meski ada potensi keterlambatan, pemerintah memastikan penanganan jamaah tetap berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami sudah memanggil seluruh PPIU yang terkait untuk memastikan penanganan jamaah berjalan baik,” kata Irfan.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi serta otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah jamaah umrah Indonesia di Tanah Suci.