Soal Jadwal Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah, Menhaj: Semua Sudah Siap, Tinggal Tunggu Keberangkatan
- Muhammad Ali
Jateng – Di tengah dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah memastikan jadwal keberangkatan jamaah calon haji Indonesia tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Kepastian ini menjadi sinyal kuat bahwa persiapan haji telah memasuki tahap final dan siap dieksekusi.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan dalam agenda pemberangkatan jamaah.
“Sampai saat ini belum ada perubahan, masih tetap tanggal 21 April 2026 jamaah calon haji masuk asrama haji, kemudian pada 22 April berangkat,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (30/3/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut, seluruh aspek teknis penyelenggaraan telah dipersiapkan jauh hari. Ia mengibaratkan kesiapan ini seperti rangkaian acara besar yang tinggal menunggu hari pelaksanaan.
“Semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari pemberangkatan jamaah calon haji,” katanya.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap situasi geopolitik global, khususnya konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan guna memastikan kelancaran ibadah haji bagi jamaah Indonesia.
“Mudah-mudahan pertikaian di Timur Tengah bisa segera menurun dan kami berharap pihak-pihak yang berseteru menghormati proses haji umat Islam dari seluruh dunia,” tambahnya.
Ia juga berharap ketegangan yang terjadi dapat segera mereda sehingga pelaksanaan ibadah haji bisa berlangsung dengan khusyuk dan aman bagi seluruh jamaah.
Tak hanya fokus pada aspek keberangkatan, Kementerian juga menaruh perhatian besar pada tata kelola penyelenggaraan haji. Dengan anggaran mencapai Rp18 triliun, transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama.
Dalam upaya menjaga integritas tersebut, pemerintah melibatkan sejumlah lembaga pengawas seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, dan Polri untuk memastikan seluruh proses berjalan bersih dan bebas dari penyimpangan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari reformasi pelayanan publik di sektor haji, yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ibadah haji oleh pemerintah.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi standar baru dalam pelayanan ibadah haji yang profesional dan transparan.