Bukan Sekadar WFH, Ini Strategi Mendikdasmen Perkuat Ketahanan Nasional dari Sekolah
- Muhammadiyah
Jateng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong perubahan besar dalam ekosistem pendidikan melalui transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi. Langkah ini disebut sebagai strategi kunci dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Mu’ti menekankan bahwa dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Adaptasi menjadi keharusan, tidak hanya dalam sistem pembelajaran, tetapi juga dalam cara kerja aparatur dan gaya hidup masyarakat.
“Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan, di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” ujar dia dikutip dari Antara, Sabtu (4/4/2026).
Transformasi ini, lanjutnya, bukan sekadar efisiensi administratif. Lebih dari itu, perubahan tersebut diarahkan untuk memastikan layanan pendidikan tetap optimal, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Transformasi Tanpa Mengurangi Layanan
Mu’ti menegaskan bahwa perubahan pola kerja, termasuk penerapan Work From H6)ome (WFH), tidak boleh diartikan sebagai penurunan kualitas layanan publik. Justru sebaliknya, kebijakan ini dirancang agar pelayanan tetap berjalan tanpa hambatan.
“Work From Home bukan berarti libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” tegasnya.
Ia memastikan seluruh program dan kebijakan pendidikan akan terus berjalan tanpa jeda, dengan dukungan kanal layanan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
ASN hingga Masyarakat Didorong Berubah
Dalam implementasinya, Mu’ti menekankan pentingnya peran semua pihak. Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan budaya kerja baru, sementara satuan pendidikan didorong untuk mengembangkan praktik hemat energi secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam gerakan ini, mulai dari kebiasaan sederhana hingga perubahan gaya hidup sehari-hari.
Langkah konkret yang didorong pemerintah antara lain:
- Penerapan WFH bagi ASN satu hari per minggu (Jumat)
- Pengurangan perjalanan dinas dan efisiensi kendaraan operasional
- Optimalisasi transportasi publik
- Perluasan program Car Free Day (CFD)
- Penguatan kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah