PPM Manajemen Dorong Inovasi dan Peningkatan Daya Saing Regional - Global
- Istimewa
Jakarta – Arah baru PPM Manajemen mulai terlihat di bawah kepemimpinan Ketua Pengurus Yayasan PPM yang baru, Sofyan Rezanova. Alih-alih sekadar mengejar ekspansi, ia menekankan pentingnya fondasi nilai dan integritas sebagai kunci keberlanjutan organisasi di tengah persaingan bisnis yang semakin kompleks.
Sofyan menyampaikan bahwa pertumbuhan organisasi tidak boleh mengorbankan prinsip dasar yang menjadi identitas institusi. Ia menilai, banyak organisasi gagal bertahan karena terlalu fokus pada skala tanpa memperkuat nilai inti.
“Perusahaan harus terus berkembang, namun integritas tetap menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Itulah yang akan menjaga keberlanjutan kita dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Pendekatan ini menjadi pembeda dari strategi bisnis konvensional yang kerap menitikberatkan pada ekspansi agresif. Sofyan justru menyoroti pentingnya pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, ia mengangkat isu yang kerap luput dari perhatian dalam organisasi besar, yakni kualitas lingkungan kerja. Menurutnya, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh kenyamanan dan keterlibatan sumber daya manusia di dalamnya.
“Saya ingin PPM Manajemen dapat menjadi rumah kedua bagi insannya. Tempat di mana setiap individu merasa dihargai, memiliki ruang untuk berkembang, dan berkontribusi secara optimal,” katanya.
Di sisi lain, Sofyan tidak menutup mata terhadap ambisi besar yang ingin dicapai. Ia menargetkan PPM Manajemen mampu menjadi institusi unggulan di Asia Tenggara dengan daya saing global. Untuk mencapai hal tersebut, ia menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap perubahan, serta pemanfaatan teknologi digital secara menyeluruh.
“Kita harus mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga global. Hal itu membutuhkan komitmen bersama dan disiplin dalam menjalankan strategi,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kesuksesan organisasi tidak hanya diukur dari kinerja bisnis semata. Peran sosial, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, menjadi bagian penting dari visi besar yang diusungnya.
“Kontribusi kepada masyarakat harus menjadi bagian dari tujuan besar kita. Kita ingin kehadiran lembaga ini benar-benar memberi nilai tambah,” tuturnya.