Belajar Jualan Pakai AI, Pelaku UMKM Langsung Kebanjiran Order
- Istimewa
Jateng – Transformasi digital mulai mengubah cara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang. Tidak lagi hanya mengandalkan keterampilan produksi, pelaku UMKM kini didorong menguasai teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
Hal ini tercermin dari pengalaman Siti Rahmadani, peserta pelatihan kewirausahaan yang digelar Yayasan Indonesia Setara di Jakarta Timur. Hanya beberapa menit setelah membuka pre-order menu baru hasil pelatihan, ia langsung menerima ratusan pesanan.
“Pelatihannya seru banget. Sebelumnya saya sudah berjualan, tapi ini menu baru. Masyaallah, baru beberapa menit open PO sudah ada yang pesan 700 pieces,” ujar Siti.
Pelatihan yang diikuti Siti tidak hanya mengajarkan pembuatan produk seperti dimsum mentai dan dessert Thailand, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan pemasaran digital. Ia bahkan впервые memanfaatkan teknologi berbasis AI untuk mendukung usahanya.
“Saya juga belajar bikin poster lewat ChatGPT. Ternyata cepat dan mudah, hasilnya malah lebih bagus,” katanya.
Cerita serupa datang dari Laily, peserta pelatihan di Karawang yang langsung memulai usaha setelah mengikuti program tersebut. Dengan memanfaatkan strategi sederhana melalui platform digital, ia berhasil mendapatkan pesanan dalam waktu singkat.
“Hari ini jadi tahu cara buatnya. Bahkan diajarkan juga pakai AI untuk pemasaran. Setelah pelatihan, saya kirim ke grup WhatsApp, langsung ada yang pesan,” ujarnya.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa pendekatan pelatihan UMKM kini dirancang lebih komprehensif. Tidak hanya fokus pada keterampilan produksi, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap ekosistem digital.
“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru,” kata Sandiaga.
Menurutnya, pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari manajemen bisnis, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran berbasis digital dan pemanfaatan marketplace.
Selain itu, peserta juga didampingi dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Dengan strategi diversifikasi produk dan penguasaan marketplace, UMKM diharapkan mandiri, tetapi juga tumbuh dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.