World Environment Day 2026: Saatnya Generasi Muda Ambil Peran untuk Bumi
- Istimewa
Jateng – Menyambut World Environment Day 2026, sejumlah perusahaan resmi meluncurkan kampanye "Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi". Korporasi itu terdiri dari Indofood, Nutrifood, Tetra Pak, Sido Muncul, dan Green Movement Indonesia.
Berkolaborasi dengan Universitas Bakrie, program ini bertujuan mendorong generasi muda menjadi penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Peluncuran kampanye ini diawali dengan diskusi interaktif (talkshow) yang digelar di Kampus Universitas Bakrie, Kuningan, Jakarta Selatan. Melalui ruang dialog ini, mahasiswa diedukasi mengenai tantangan pengelolaan sampah di Indonesia serta diajak untuk mulai memilah sampah dari sumbernya dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah memperkuat regulasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga dan institusi.
Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur, Andrew Ferdinand Hallatu, menyatakan bahwa tantangan lingkungan saat ini membutuhkan sinergi positif dari seluruh pihak. Menurutnya, kampus bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah strategis untuk membentuk kebiasaan baru yang berdampak luas.
"Sebuah perubahan akan dapat tercipta melalui kontribusi nyata setiap elemen dalam sebuah ekosistem. Kampus tidak hanya menjadi tempat lahirnya gagasan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kebiasaan yang dapat memberikan dampak positif," kata Andrew.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie, Aqil Azizi, menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam membangun gerakan kolektif bersama industri dan komunitas demi masa depan yang lebih hijau.
"Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui rangkaian kampanye ini, kami ingin ikut membangun budaya peduli lingkungan dimulai dari kampus," ujar Aqil.
Tidak berhenti pada ruang diskusi, kampanye ini langsung diwujudkan melalui empat aksi nyata di lingkungan kampus, yaitu penyediaan Dropbox Sampah Kemasan (DSK) untuk mendukung ekonomi sirkular, produksi program edukasi Waste Wise Podcast, kompetisi video kreatif Waste Wise Insta Challenge, serta permainan edukatif berbasis barkod bernama Waste Wise Treasure Hunt.
Pendiri Green Movement Indonesia, Tasya Kamila, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut optimistis bahwa mahasiswa memiliki kekuatan besar untuk menularkan kebiasaan positif ini ke lingkungan keluarga dan masyarakat.