Cuaca Hari Ini, Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diprediksi Cerah Seharian

ilustrasi panas terik matahari
Sumber :
  • Polotno

JatengBMKG memprakirakan cuaca di Indonesia didominasi berawan hingga cerah berawan. Namun, sejumlah kota berpotensi diguyur hujan ringan akibat dinamika atmosfer yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

img_title Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus-September, BMKG Ungkap Strategi Jaga Waduk Tetap Aman

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (16/7/2026). Meski sebagian besar kota besar diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, kondisi atmosfer saat ini dinilai mendukung terbentuknya awan hujan di beberapa daerah.

Prakirawan BMKG Ranika Dwi A mengatakan, mayoritas kota besar di Indonesia masih akan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.

img_title Di Tengah Kemarau, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengancam di Beberapa Daerah

"Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, kondisi serupa diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya," ujar Ranika dikutip dari Antara.

Selain wilayah timur Indonesia, kondisi cerah berawan hingga berawan tebal juga diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palangka Raya, dan Samarinda.

img_title Saat Daerah Lain Mengering, Wilayah di Jateng Selatan Ini Masih Diguyur Hujan

Di sisi lain, BMKG meminta masyarakat di sejumlah daerah tetap waspada terhadap kemungkinan hujan ringan. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan meliputi Medan, Tanjung Pinang, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju, Palu, Manokwari, dan Nabire.

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer berupa terbentuknya daerah perlambatan angin atau konvergensi yang membentang dari pesisir barat Malaysia hingga Selat Malaka, Laut Andaman, Kalimantan Barat menuju Laut Natuna, serta Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah.

Selain itu, terpantau pula daerah pertemuan angin atau konfluensi di Selat Malaka bagian utara, Laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, hingga Samudra Pasifik di utara Pulau Halmahera sampai wilayah utara Papua.

"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui," jelas BMKG.

Tak hanya hujan, BMKG juga memprakirakan potensi udara kabur terjadi di Pekanbaru dan Merauke. Sementara itu, asap kabut diperkirakan muncul di wilayah Padang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di berbagai daerah.