Menko AHY Dorong Ekonomi Hijau dan Biru Jadi Mesin Baru Transformasi Nasional

AHY
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif.

img_title Pengembangan TOD Dipercepat untuk Wujudkan Mobilitas yang Lebih Efisien

“Kita harus mengubah sumber daya alam menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan. Hilirisasi harus menciptakan nilai tambah, ekonomi hijau harus melahirkan pertumbuhan rendah karbon, dan ekonomi biru harus mampu menjaga laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar AHY, saat menyampaikan sambutan dalam Lestari Award di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

AHY menjelaskan bahwa ekonomi digital dan ekonomi kreatif juga menjadi kekuatan penting karena dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta masyarakat di berbagai daerah. Teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan kualitas pelayanan publik.

img_title Menuju Ekonomi Hijau, Sandiaga Tekankan Pentingnya Standar Global

“Transformasi ekonomi tidak cukup hanya menghasilkan pertumbuhan yang tinggi. Pertumbuhan itu harus berkualitas, menciptakan pekerjaan, meningkatkan daya beli, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memberi kesempatan yang lebih besar kepada masyarakat,” kata AHY.

Dalam konteks tersebut, dunia usaha dan industri dinilai memiliki tiga kekuatan utama, yakni capital, innovation, dan scale. Melalui investasi, sektor bisnis dapat mengarahkan pembiayaan ke proyek berkelanjutan. Melalui inovasi, dunia usaha dapat melahirkan teknologi dan model bisnis baru. Sementara melalui skala usaha, dampak perubahan dapat menjangkau rantai pasok, tenaga kerja, dan konsumen secara luas.

img_title Pemerintah Integrasikan Penanganan ODOL dengan Transformasi Logistik Nasional

AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur juga harus menjadi katalis transformasi ekonomi. Infrastruktur tidak hanya berfungsi sebagai aset fisik, tetapi harus mampu membuka akses, menurunkan biaya logistik, menghubungkan pusat produksi dengan pasar, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar wilayah yang selama ini dominan.

Forum tersebut turut dihadiri Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Kolaborasi lintas kementerian, dunia usaha, media, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat lahirnya ekosistem ekonomi baru yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing.