Indikator Politik: Elektabilitas Demokrat 9,1 Persen, Punya Modal Kuat di Isu Anak Muda dan Lingkungan
- Istimewa
Jateng – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan Partai Demokrat memiliki modal elektoral yang positif setelah memasuki usia 25 tahun. Berdasarkan data survei terakhir yang dipaparkannya, elektabilitas Partai Demokrat telah mencapai 9,1 persen.
Demokrat juga dinilai memiliki modal untuk mendekati pemilih muda karena dipersepsikan sebagai salah satu partai yang dekat dengan isu lingkungan dan perubahan iklim.
“Menurut data survei terakhir, elektabilitas Partai Demokrat mencapai 9,1 persen. Demokrat juga dikenal oleh anak-anak muda sebagai salah satu partai yang dekat dengan isu lingkungan dan perubahan iklim, yang memang menjadi perhatian penting generasi muda,” kata Burhanuddin dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Namun, Burhanuddin mengingatkan modal tersebut harus terus diperkuat agar Demokrat tetap relevan menghadapi perubahan struktur dan perilaku pemilih. Menurutnya, Demokrat perlu memperkuat representasi deskriptif sekaligus memiliki karakter dan pembeda politik yang lebih tegas sehingga identitas partai atau party ID semakin mudah dikenali pemilih.
Selain memperjelas diferensiasi politik, Burhanuddin menilai Demokrat perlu melakukan ekspansi lebih serius pada dua wilayah strategis di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penguatan tersebut dapat dilakukan dengan memperbesar representasi kelompok Nahdliyin, perempuan, serta figur-figur yang memiliki kedekatan sosial dan kultural dengan basis pemilih Jawa.
Pandangan tersebut diperkuat Profesor Greg Barton dari Deakin University, Australia. Menurut Barton, perubahan demografi pemilih membuat partai politik harus semakin serius memahami aspirasi generasi baru. “Demokrat perlu memperkuat kebijakan yang relevan dengan anak muda, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat menengah ke bawah,” kata Greg.
Greg juga menilai Demokrat perlu memiliki political positioning yang semakin jelas, termasuk dalam merespons isu identitas. Kejelasan posisi diperlukan agar masyarakat memahami nilai, agenda, dan kelompok sosial yang hendak diperjuangkan Demokrat, sekaligus membangun ikatan politik yang lebih kuat dengan pemilih.
Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat tersebut menjadi forum refleksi sekaligus pembacaan terhadap tantangan Demokrat ke depan. Masukan Burhan dan Greg menunjukkan bahwa modal elektoral yang dimiliki Demokrat perlu diterjemahkan menjadi strategi yang semakin relevan dengan perubahan generasi pemilih, isu lingkungan, serta kebutuhan kelompok masyarakat yang lebih luas.