Sarif Kakung Minta Rencana Relokasi Korban Longsor Cilacap Dimatangkan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Pemerintah diminta terus mematangkan upaya relokasi warga terdampak korban longsor di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, relokasi tidak lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan bagi warga di wilayah terdampak. 

“Relokasi memang satu-satunya jalan yang bisa dilakukan untuk menghilangkan potensi jatuhnya korban di masa depan,” ungkapnya, Rabu (25/11).

img_title Perkuat Akses Produk Lokal agar Tembus Pasar Global

Atas dasar itu, katanya, pemerintah harus memastikan bahwa lokasi baru memenuhi beberapa syarat, seperti kemudahan akses, bebas ancaman tanah banjir dan tanah longsor, serta memperhatikan mata pencaharian para korban.

“Persiapan lahan relokasi ini memang menjadi hal pertama yang diperhatikan,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

img_title Krisis Air Bersih Mengintai Jawa Tengah, Legislator Dorong Konservasi Hutan Skala Besar

Kakung, sapaan akrab Sarif, menegaskan, lahan tempat relokasi tentu harus dipastikan keamanannya. Pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Badan Geologi untuk mengkaji mengapa longsor terjadi, dan mengkaji juga kawasan yang akan dijadikan lahan relokasi. 

“Kajian cepat ini untuk memahami potensi bahaya longsor,” jelas Kakung.

Musibah tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap menelan korban meninggal sebanyak 21 jiwa, dan dua orang dinyatakan hilang. 

Adapun korban meninggal dalam musibah tanah longsor Dusun Situkung, Pandanarum, Banjarnegara sebanyak 17 jiwa, dan 11 korban lainnya ditetapkan hilang. Operasi pencarian korban di dua derah itu sudah ditutup sesuai standar operasi yang ditentukan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 269 keluarga terdampak bencana tanah longsor di Majenang. Mereka masuk dalam daftar pemindahan tempat tinggal atau relokasi.

Sementara berdasarkan pendataan BPBD Banjarnegara, jumlah pengungsi korban longsor Dusun Situkung mencapai 931 orang. 

Kakung tak menampik, relokasi penduduk memang sulit, namun perlu dilakukan demi keselamatan nyawa.

"Jika sebuah permukiman berada di area yang sangat rawan longsor, maka perlu dipertimbangkan relokasi penduduk secara terencana. Relokasi bukanlah solusi mudah, tetapi demi keselamatan warga, ini bisa menjadi langkah wajib," kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Kakung juga meminta pemerintah daerah bersama masyarakat kini fokus pada upaya pemulihan pasca bencana serta langkah-langkah antisipatif guna mencegah terjadinya musibah serupa.

Halaman Selanjutnya
img_title