Setya Arinugroho Tekankan Pentingnya Pemerataan Pendidikan Hingga Lereng Gunung Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugraho
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Aspek pendidikan menjadi salah satu parameter kesejahteraan masyarakat. Pendidikan yang baik tentu akan menjadi bekal bagi setiap individu untuk terus berkembang, bertahan hidup, hingga membangun peradaban.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Di Jawa Tengah, akses pendidikan masih menjadi problem yang sedikit demi sedikit sebenarnya sudah coba ditangani. Persoalan pemerataan menjadi hal krusial mengingat berbagai faktor yang melatarbelakangi keterjangkauan akses pendidikan.

Dalam hal ini, sebut saja penyelenggaraan pendidikan di daerah lereng gunung, seperti Merbabu, Merapi, Sindoro, Slamet, dan Sumbing. Realitanya, daerah-daerah tersebut masih jauh dari kelayakan akses pendidikan.

img_title Deep Learning Bakal Diterapkan di Semua Mata Pelajaran, Kemendikdasmen Siapkan Guru

Tantangan geografis, infrastruktur, budaya, sosial ekonomi, hingga digitalisasi harus diselesaikan satu per satu dan berkelanjutan. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyebut bahwa penyelenggaraan Pendidikan di daerah lereng gunung di Jawa Tengah memiliki tantangan yang harus diselesaikan secara bertahap.

img_title Krisis Air Bersih Mengintai Jawa Tengah, Legislator Dorong Konservasi Hutan Skala Besar

“Bahasan tentang pemerataan pendidikan di lereng gunung di Jawa Tengah memang butuh fokus. Langkahnya harus bertahap dan signifikan. Kita harus merubah cara pandang masyarakat tentang pendidikan hingga akhirnya mereka menjadikan ini (pendidikan) sebagai kebutuhan, bukan kesempatan,” ujar Ari.

Ari menekankan prioritas kebijakan yang efektif oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menangani persolan pemerataan pendidikan di lereng gunung di Jawa Tengah. 

Survei-survei yang telah dilaksanakan diharapkan bisa menjadi landasan penyusunan kebijakan. Apakah itu zonasi, alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), insentif untuk pengajar, atau kebijakan lainnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugraho

Photo :
  • Istimewa

“Akses pendidikan yang merata tidak berhenti ketika ruang kelas sudah terbangun. Atau biaya pendidikan yang gratis. Tapi, pemerataan juga harus sampai pada tahap di mana pengajar cukup, adaptif dengan digitalisasi, hingga muaranya adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan,” terang Ari. 

Dalam hal infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah dapat menggunakan hasil pemetaan daerah untuk pembangunan ruang kelas atau penyediaan bangunan yang layak sebagai sekolah. 

Kalkulasi penyediaan sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA harus disesuaikan kebutuhan untuk mengantisipasi angka putus sekolah. Penyediaan dan pemenuhan guru juga menjadi prioritas dengan tetap menjamin kesejahteraan para pendidik. 

Halaman Selanjutnya
img_title