Kejar Target Kebutuhan Susu, Wakil Ketua DPRD Setya Arinugroho Soroti 4 Hal Termasuk Rantai Pasok
- Istimewa.
Jateng – Kebutuhan pasokan susu di Jawa Tengah pada tahun 2026 tercatat mencapai angka 100.000 liter per hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2026, pasokan tersebut selama ini masih sangat bergantung pada suplai dari provinsi lain, khususnya Jawa Timur. Tingginya angka defisit daging dan susu ini mendorong Pemerintah Provinsi bersama DPRD Jawa Tengah untuk mempercepat realisasi kemandirian pangan hewani melalui optimalisasi sektor peternakan.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho, menegaskan bahwa lembaga legislatif menaruh perhatian serius terhadap tata kelola potensi peternakan di wilayahnya. Menurutnya, celah defisit pasokan harus diisi melalui kebijakan yang terukur, yakni dengan memfasilitasi investasi berskala besar sekaligus meningkatkan kapasitas produksi peternak tradisional di berbagai kabupaten.
"Sebagai pimpinan dewan, kami memastikan dukungan penuh dari sisi regulasi dan fungsi penganggaran. Target kita jelas, Jawa Tengah harus mulai menekan ketergantungan suplai pangan hewani dari luar daerah. Investasi besar untuk peternakan adalah langkah strategis yang sangat kita butuhkan, namun syarat mutlaknya adalah peternak lokal harus dilibatkan langsung. Mereka adalah mitra utama dalam ekosistem ini, dan DPRD akan mengawal ketat agar skema kemitraan ini benar-benar berjalan di lapangan," tegas Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho.
Sebagai langkah nyata dari pihak eksekutif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah menyiapkan lahan seluas 710 hektare di Kabupaten Brebes untuk proyek peternakan sapi perah terpadu. Kawasan ini dirancang untuk menampung hingga 30.000 ekor sapi perah, dengan target produksi mencapai 180.000 ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari total produksi susu nasional.
Proyek ini menerapkan skema kerja sama inti-plasma. Kementerian Pertanian akan memfasilitasi kebutuhan bibit sapi, sementara perusahaan yang beroperasi di Brebes wajib menjadikan peternak tradisional yang memiliki lebih dari 10 ekor sapi sebagai mitra kerja (plasma).
Wakil Ketua DPRD Jateng Setya bersama Taj Yasin
- Istimewa
Selain mengawal kawasan terpadu di Brebes, DPRD Jawa Tengah juga memastikan dukungan bagi sentra-sentra budidaya lokal yang telah menunjukkan kinerja positif, salah satunya di Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. Wilayah yang terletak di lereng gunung ini memiliki keunggulan iklim yang menunjang budidaya sapi perah.