Konsolidasi Brigade Pangan: Langkah Strategis Percepatan Swasembada Pangan dan Regenerasi Petani Milenial
- Kementan
“Brigade ini adalah wujud nyata regenerasi petani melalui partisipasi generasi milenial. Dengan pendampingan yang terstruktur, mereka akan didorong menjadi bagian dari transformasi pertanian modern. Langkah ini sekaligus mempercepat swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” jelasnya.
Andi Nur Alam Syah menambahkan wilayah Dadahup diharapkan menjadi Centre of Excellence bagi implementasi pertanian modern yang terintegrasi dengan melibatkan sumber daya manusia unggul dan teknologi.
“Brigade Pangan ini bukan hanya bertugas meningkatkan produksi, tetapi juga menggerakkan regenerasi petani dan menciptakan lapangan kerja, terutama menghadapi bonus demografi. Kami optimistis langkah ini akan memberi dampak signifikan bagi pertanian Indonesia,” pungkasnya.
Danrem 102/Panju Panjung, Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto, menjelaskan bahwa jajaran TNI selalu siap mendukung program Kementan. Ia juga menjelaskan bahwa program ini juga mencakup pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan irigasi tersier, rumah pompa, saluran irigasi, dan penyediaan sarana produksi lainnya yang mendukung produktivitas petani di Kapuas.
“Optimalisasi lahan rawa dan konstruksi infrastruktur pertanian di Kapuas telah selesai 100 persen. Kami siap mengawal arahan Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat untuk mendukung petani dan menyukseskan swasembada pangan,” tegasnya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya optimistis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi maka ketahanan pangan Indonesia dapat dicapai sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita melihat kerja keras kita selama tahun 2024 mampu meningkatkan produksi. Sesuai data BPS ada peningkatan di Agustus, September, Oktober. Jadi, kita meyakini bahwa produksi dapat meningkat dengan gerakan-gerakan yang kita lakukan,” ucapnya.