Pelatih Persewangi yang Juga Legenda PSM Syamsuddin Batola Meninggal Dunia karena Kecelakaan
- PSSI
Jateng – Pelatih Persewangi Banyuwangi Syamsuddin Batola meninggal dunia dalam kecelakaan di KM 842/200 jalan Tol Pasuruan-Probolinggo pada Kamis pagi, 12 Desember 2024.
Mobil Avanza yang ditumpangi perwakilan tim Persewangi mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju Surabaya. Mobil terlibat kecelakaan dengan bus hingga kondisi mobil remuk.
Dalam insiden itu, Syamsuddin Batola dinyatakan meninggal dunia, sementara beberapa official dari tim berjuluk laskar Blambangan itu mengalami luka-luka.
Adapun rombongan tim Persewangi yang ada di dalam mobil tersebut adalah pelatih Syamsuddin Batola, Sekretaris Persewangi Ari Mustofa, dan sopir bernama Hari.
Kecelakaan mobil yang ditumpangi pelatih Persewangi Banyuwangi
- Ist
Rombongan Persewangi Banyuwangi itu sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk mengikuti MCM Asprov PSSI Jatim. Klub kebanggaan Banyuwangi ini baru saja meluncurkan tim untuk persiapan Liga 4 Indonesia.
"Kita turut berduka cita karena pelatih yang memang lagi mau bertanding nih. Kendaraan mereka mengalami kecelakaan, ada beberapa pelaku sepak bola yang termasuk ada pelatih yang dia juga pelatih," kata Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga di Jakarta, Kamis.
Kepergian Batola meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia, terutama bagi klub-klub yang pernah ia latih dan cintai.
Sebelum menjadi pelatih, Syamsuddin adalah mantan pemain PSM Makassar dari tahun 1994 sampai 2001. Ia merupakan bagian skuad juara JukuEja pada musim 1999/2000. Syamsuddin pernah melatih PSM pada Piala Menpora 2021 sebelum menangani Persewangi pada September 2024.
Arya mengatakan sepak bola Indonesia sangat kehilangan Syamsuddin. Terlebih, kata dia, sosok pelatih adalah sosok penting di dunia kulit bundar yang kerap membantu melahirkan pemain-pemain berkualitas di Indonesia.
"Ini duka kita sebagai para pelaku sepak bola, pecinta sepak bola, atas berpulangnya pelatih. Itu adalah bagi kita juga sebuah duka karena apapun dibilang oleh pelatih adalah guru bagi para pemain-pemain yang banyak melahirkan pemain-pemain di Indonesia," jelas dia.
"Jadi kami, semua wakil PSSI, berduka terhadap adanya kecelakaan ini dan meninggalnya pelatih kita," tambah dia.