Sarif Ingin Setiap Desa Dibangun RTH
- Istimewa
Jateng – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menekankan pentingnya setiap desa untuk memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Menurut Sarif, keberadaan RTH ini juga bisa menjadi bagian untuk menjaga budaya tegur sapa. Budaya ini jamak dilakukan masyarakat perdesaan, baik kepada warga yang sudah saling mengenal maupun baru dikenal.
“Namun budaya tegur sapa ini kelihatan mulai luntur akibat terjebak perkembangan teknologi. Karenanya, upaya-upaya untuk menjaga budaya baik ini harus dilakukan,” ujarnya, Rabu (26/2).
Sejauh ini, Jawa Tengah memiliki 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten. Jika budaya tegur sapa itu terus diterapkan di semua desa yang ada, maka imbasnya adalah terciptanya lingkungan yang ramah dan saling mendukung.
“Karena itu, ini juga bagian dari tugas pemerintah desa untuk terus ikut serta menjaga budaya ini. RTH ini bisa menjadi ruang interaksi masyarakat semua umur, untuk memberi teladan melalui berbagai sikap dan tindakan,” jelasnya.
Budaya bertegur sapa, lanjutnya, adalah sesuatu yang ringan dan mudah dilakukan. Namun secara luas dapat dimaknai sebagai guyub rukun antarwarga tanpa memandang apapun latar belakangnya.
“Kata guyub, rukun, berarti rasa kemauan untuk bersatu, bersama, dan menimbulkan dampak postif bekelanjutan ke depan, dan itu adalah kekuatan,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Semangat gotong royong dan kepedulian sesama, terangnya, menjadi kunci di balik terjalinnya hubungan yang harmonis dan saling mendukung.
Lewat RTH, katanya, pemerintah desa juga bisa menyelenggarakan festival budaya, lomba-lomba tradisional, dan pertunjukan seni.
“Ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi dalam suasana penuh kegembiraan,” ucapnya.(adv)