Sarif "Kakung" Dorong Optimalkan BLK di Jateng

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Sumber :
  • istimewa.

Jateng – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong pemerintah untuk mengintensifkan berbagai pelatihan kerja secara gratis. 

img_title 960 Ribu Menganggur di Jateng, Fraksi PPP Jateng Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Menurutnya, berbagai pelatihan yang ada bisa menjadi modal masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan. “Ini juga akan menekan angka pengangguran di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng pada Februari 2025 mencatat, sekira 950.000 warga di provinsi ini menganggur. Angka Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,33%. 

img_title Pengawasan Produk Pangan Harus Diperkuat Sejak Tahap Perizinan

“Untuk mengurangi TPT ini tentu butuh berbagai terobosan, sekaligus penyiapan bekal yang cukup bagi masyarakat,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK), terangnya, harus dioptimalkan sebaik mungkin. Sehingga keberadaannya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengurangan angka pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.

img_title Sarif Kakung Minta Pemprov Jadi 'Marketing' Produk Lokal

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Photo :
  • Istimewa

“Di sini BLK berperan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelatihan kerja,” terang pria yang akrab disapa Kakung ini.

Selain itu, jelasnya juga menggandeng pemerintah desa untuk melakukan penadataan. Tujuannya, untuk mengetahui data pengangguran secara rinci, baik nama maupun alamatnya.

“Sehingga berbagai upaya intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Sarif menegaskan, meningkatkan sumber daya manusia dari hulu ke hilir merupakan tantangan berat di masa depan. Karena itu, dibutuhkan skema yang tepat untuk menjawabnya.

“Misalnya memperbanyak sekolah vokasi, juga link and match dengan perusahaan dan kebutuhan serapan tenaga kerja, harus dilakukan,” tambahnya.