Sarif Kakung: Jaga Kesehatan Anak Muda, Lahirkan Generasi Emas

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Kesehatan fisik dan mental merupakan fondasi penting agar generasi muda dapat tumbuh serta berkembang secara maksimal, dan bersiap diri menjawab tantangan zaman. 

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kesehatan generasi muda merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Tentu tidak hanya sekadar bebas dari penyakit, kesehatan juga menjadi fondasi untuk membangun masyarakat yang unggul, produktif, dan berdaya saing,” ungkapnya, Selasa (11/11).

img_title Perkuat Akses Produk Lokal agar Tembus Pasar Global

Selama ini, Hari Kesehatan Nasional diperingati di setiap tanggal 12 November. Tahun ini peringatan mengusung tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat."

“Tema ini menjadi penting karena menekankan bahwa fokus pada kesehatan anak muda sangat penting di mana mereka lah yang akan melanjutkan roda pembangunan di masa mendatang,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

img_title Krisis Air Bersih Mengintai Jawa Tengah, Legislator Dorong Konservasi Hutan Skala Besar

Dengan tubuh yang sehat, mental kuat, dan karakter tangguh, katanya, maka generasi ini diharapkan mampu berkreasi, belajar, dan berinovasi.

“Tapi untuk membangun gaya hidup yang sehat, generasi muda saat ini menghadapi banyak tantangan,” jelas legislator yang akrab disapa Kakung ini.

Kakung menyebut, program cek kesehatan gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah mencatat partisipasi publik yang luar biasa di mana 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Sayangnya data CKG yang dilansir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat. Pada kelompok dewasa, hampir seluruh peserta masuk kategori kurang aktivitas fisik (96%), disusul karies gigi (41,9%), obesitas sentral (32,9%), overweight dan obesitas (24,4%). 

Sementara di kalangan remaja dan pelajar, ditemukan aktivitas fisik yang kurang sebesar 60,1%). Hal ini juga menunjukkan pola hidup tidak aktif sudah terbentuk sejak usia muda.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Photo :
  • Istimewa

“Temuan ini juga mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif,” jelas anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Menurutnya, gaya hidup modern sering menjadi hambatan bagi generasi muda untuk menjalani gaya hidup sehat.

“Maraknya aktivitas digital, pola makan cepat saji, hingga kurangnya interaksi dan olahraga adalah beberapa tren gaya hidup generasi muda yang patut mendapatkan perhatian,” bebernya.

Halaman Selanjutnya
img_title