Mohammad Saleh: Upaya Pengentasan Kemiskinan Harus Efektif

Wakil Ketua DPRD Jateng Muhammad Saleh
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Salah satu persoalan yang harus diselesaikan Jawa Tengah adalah masalah kemiskinan. Meski sudah ada penurunan, tetapi kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

img_title Respons Cepat Kekeringan Jepara: Nurul Furqon Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Bategede

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menyatakan dukungan terhadap program-program pembangunan terkait prioritas penanganan kemiskinan.

Karena itu, ia berharap, seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah dalam mencarikan solusi melalui berbagai program agar efektif. "Paling penting setiap tahun dijalankan optimal agar keberhasilan kemiskinan turun lebih besar. Sehingga, masalah tidak berkepanjangan dan dapat kita atasi," kata Saleh.

img_title 960 Ribu Menganggur di Jateng, Fraksi PPP Jateng Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Menurut Saleh, tugas setiap stakeholder di daerah ialah menciptakan langkah tepat tetapi juga diikuti sejumlah kebijakan yang saling terhubung.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Muhammad Saleh

Photo :
  • Istimewa

img_title Standardisasi Jadi Kunci UMKM Jawa Tengah Tembus Pasar Global

Ia menilai, pencapaian daerah terus menekan dan mengerjakan penurunan akan jauh mudah jika tercipta kombinasi, maka lebih efektif. "Kinerja pembangunan daerah akan sinkron bila ada banyak program berjalan satu kesatuan. Saya harap, hasilnya juga lebih maksimal dan pencapaian prosesnya bisa lebih efektif," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggandeng berbagai stakeholder, untuk menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Ia mencontohkan, saat melakukan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pati, pihaknya menggandeng Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat daerah secara terpadu.

Dikatakan, Pemprov Jateng tidak dapat bekerja sendiri dalam mempercepat pengentasan kemiskinan maupun ketahanan pangan. Karenanya, butuh sinergi lintas sektor, termasuk dengan TNI.

“Pemerintah provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus menerapkan collaborative governance (pemerintahan kolaboratif) dengan seluruh stakeholder, termasuk instansi vertikal. Dan Babinsa adalah mitra strategis kami di lapangan,” ujar Luthfi.