Jihad Santri Zaman Now: Angkat Pena dan Berkarya

Wakil Ketua Fraksi PPP Jateng Ja'far Shodiq
Sumber :
  • istimewa.

Jateng – Momentum Hari Santri Nasional menjadi refleksi mendalam bagi Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah, Ja'far Shodiq. Alumni Pondok Pesantren Kyai Parak Tsani Bambu Runcing Parakan, Temanggung ini menegaskan bahwa esensi perjuangan santri di era modern telah mengalami pergeseran makna yang signifikan.

img_title 8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Jateng, 64 Persen Beroperasi

Menurut Ja'far, jika pada masa kemerdekaan jihad diwujudkan dengan angkat senjata melawan penjajah, maka tantangan santri hari ini adalah bersaing lewat angkat pena dan karya nyata. Santri masa kini dituntut untuk proaktif mengisi pembangunan, menjaga moralitas dan akhlak generasi muda, serta adaptif dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan akar tradisi kepesantrenan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip yang diajarkan di lingkungan pesantren—seperti mengutamakan adab, kesabaran, dan keikhlasan—merupakan pondasi kuat yang terus ia pegang teguh hingga saat ini dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat di parlemen Jawa Tengah.

img_title Pemprov Jateng Salurkan Bantuan 1.000 Sambungan Listrik Gratis

Menurutnya, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menempa mental pengabdian, kemandirian, dan cinta tanah air sebagaimana warisan Resolusi Jihad Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

"Banyak hal yang tidak didapatkan di bangku sekolah formal tapi saya dapatkan di pesantren. Adab sebelum ilmu, sabar sebelum berhasil, ikhlas sebelum segalanya. Nilai itu yang saya bawa sampai hari ini saat mengemban amanah di DPRD Jateng," ungkapnya.

img_title Antara Basyirah dan Bisyarah di Hari Santri 2026: Saat PKB Menimbang Aksara Santri

Ia menilai, tantangan santri hari ini sudah jauh berbeda. Jika dulu jihad berarti angkat senjata melawan penjajah, maka hari ini jihad santri adalah angkat pena dan karya.

"Jihad santri hari ini adalah bagaimana kita mengisi pembangunan, menjaga akhlak generasi muda, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi tetap mengakar pada tradisi dan ajaran kyai," tegas Ja'far.

Di akhir pernyataannya, Ja'far Shodiq menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2025 kepada seluruh santri, khususnya di Jawa Tengah. "Selamat Hari Santri Nasional. Mari kita terus menyambung juang para kyai dan merengkuh masa depan Indonesia. Hubbul Wathan Minal Iman. Salam takzim saya untuk semua kyai, guru Pesantren di seluruh Nusantara ," tambahnya.