MuseumKu GerabahKu Bantul Jadi Contoh Pengembangan Wisata Kreatif Jateng

Sekretaris Komisi B dan Fraksi PPP DPRD Jateng dokter Sholeha Kurniawati
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Komisi B DPRD Provinsi Jateng menyambangi ‘MuseumKu GerabahKu Timbul Raharjo’ di Kasongan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka pengayaan materi tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Rombongan dipimpin langsung oleh Sekretaris Komisi B, dokter Sholeha Kurniawati. Dalam kunjungan itu, dia mengapresiasi upaya pengembangan MuseumKu di Kasongan yang dinilai sudah menjadi perusahaan besar di bidang seni kriya tanah liat.

“MuseumKu GerabahKu di Kasongan termasuk perusahaan besar dalam bidang seni kriya tanah liat/ gerabah yang menghasilkan barang-barang seperti aneka souvenir, alat kebutuhan dapur, patung, hiasan taman yang dibuat dari tanah liat. Itu bisa menjadi salah satu ciri khas pariwisata dari Yogyakarta,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PPP DPRD Jateng ini juga menyoroti potensi serupa di Jawa Tengah. “Di Jateng sudah ada potensi yang sama di bidang gerabah tapi belum sebesar di Kasongan ini yaitu di daerah Klaten,” tambahnya.

MuseumKu Gerabah Kasongan sendiri didirikan oleh Timbul Raharjo pada Oktober 2022. Museum itu diabadikan untuk masyarakat desa wisata industri gerabah Kasongan yang produknya sudah banyak diekspor ke mancanegara. Salah satu staf Museum Gerabahku, Tono, menyampaikan bahwa museum itu tidak hanya menjadi destinasi wisata baru tapi juga wadah edukasi seni.

“Museum dibuka pukul 07.00 sampai 18.00 WIB. Pemasukan terbesar berasal dari pengunjung saat Hari Raya dan long weekend. Kalau hari biasa juga ada, misalnya dari turis lokal dan Dinas Pemerintahan. Di sini, selain menampilkan karya seni gerabah, juga ada pelatihan workshop teknik putar yang terbagi menjadi 4 sesi mulai jam 9 pagi sampai 3 sore. Jadi, tidak hanya melihat, pengunjung juga bisa praktik langsung,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi B juga didampingi Riyadi Kurniawan selaku Adiyatma Parekraf Ahli Muda dari Disbudparekraf Provinsi Jateng. Riyadi mengatakan pihaknya akan bekerja sama untuk membina dan mendampingi masyarakat di Jateng. Ia mencontohkan Desa Wisata Melikan dan Bayar di Klaten sebagai lokasi potensial.

“Kita bisa mencontoh MuseumKu Gerabah Kasongan Yogyakarta untuk diimplementasikan di Jateng. Lokasi yang berpotensi untuk seni kriya yaitu di desa wisata Melikan, Bayar, Klaten. Tidak hanya menampilkan seni saja, tempat ini dikemas dalam bentuk resto dan edukasi bagi masyarakat yang berkunjung di sana,” kata Riyadi.

Diharapkan melalui kunjungan itu, seni gerabah di Jateng juga dapat berkembang sebesar di Kasongan Yogyakarta. “Tempat pariwisata yang tidak monoton akan menjadi daya tarik tersendiri. Contohnya di sini, selain menampilkan karya seni, pengunjung juga bisa merasakan sensasi membuat gerabah dan rehat sambil menikmati masakan khas di daerah tersebut,” pungkas dokter Sholeha.