Weton Tulang Wangi: Cara Meningkatkan Rezeki dengan 2 Doa Menurut Primbon Jawa
- pixabay/artadyagumelar
Hiburan, VIVAJateng – Primbon jawa merupakan ilmu tradisional yang masih dipercaya oleh sebagian orang Indonesia, terutama di Jawa.
Primbon jawa berisi berbagai informasi tentang kehidupan manusia, seperti karakter, takdir, pasangan hidup, karir, kesehatan, dan lain-lain.
Salah satu hal yang sering diperbincangkan dalam primbon jawa adalah weton.
Weton adalah sistem penanggalan jawa yang menggabungkan hari lahir dan pasaran jawa.
Sedangkan Pasaran jawa merupakan lima hari yang berulang-ulang dalam satu minggu, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Setiap weton memiliki makna dan ciri khas tersendiri, yang bisa mempengaruhi kehidupan seseorang.
Salah satu weton yang dianggap spesial dalam primbon jawa adalah weton tulang wangi.
Weton tulang wangi adalah nama untuk beberapa weton tertentu yang memiliki daya spiritual yang tinggi dan disenangi oleh makhluk gaib.
Orang-orang yang lahir dengan weton tulang wangi dipercaya memiliki aura yang wangi dan menarik, sehingga mudah mendapatkan rezeki dan perlindungan dari hal-hal buruk.
Namun, memiliki weton tulang wangi bukan berarti tidak perlu berusaha dan berdoa.
Justru, orang-orang dengan weton tulang wangi harus lebih bersyukur dan beribadah kepada Allah SWT, agar rezeki dan keberkahan mereka tidak berkurang atau terhalang.
Ada dua doa yang bisa diamalkan oleh pemilik weton tulang wangi untuk membantu kelancaran rezeki mereka.
Dilansir dari kanal YouTube Bincang Syariah, berikut dua doa mustajab untuk meningkatkan rezeki yaitu doa dari Rasulullah Muhammad SAW dan doa dari Nabi Sulaiman AS.
Doa pertama
Doa ini merupakan doa dari Rasulullah Muhammad SAW, yang beliau ucapkan setiap pagi dan sore.
Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan rezeki yang halal, luas, baik, dan mudah.
Doa ini juga berisi pengakuan bahwa Allah SWT adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Berikut adalah doa dari Rasulullah Muhammad SAW:
Allahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka’alaa kulli syai-in qadiir.