Sarif Kakung Minta Pemerintah Terapkan Sistem Monitoring Anak Sekolah

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Pemerintah diminta untuk menerapkan sistem monitoring anak sekolah sebagai upaya preventif untuk menekan angka putus sekolah, khususnya di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

PKB Konsisten Tolak Full Day School, Perkuat Data Ilmiah

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, sistem ini bisa menjadi alat untuk memantau keberlanjutan pendidikan anak, terutama siswa kelas VI SD dan IX SMP.

“Melalui sistem seperti ini, pemerintah bisa mengetahui secara menyeluruh apakah mereka melanjutkan pendidikan atau tidak,” ungkapnya.

Berkat Kerja Sama Pemprov Jateng dan Universitas Seowon Korea Selatan, 100 Siswa Bakal Dapat Beasiswa Kuliah

Data yang terkumpul, jelasnya, bisa menjadi dasar pengambilan keputusan para kepala daerah dalam upaya menekan angka anak tidak melanjutkan sekolah.

“Karena dengan model ini, bisa diketahui siswa yang keluar dari sekolah namun tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, sehingga pemerintah bisa melakukan intervensi langsung, baik dengan mengajak anak tersebut kembali ke sekolah reguler maupun mengarahkan mereka ke pendidikan kesetaraan, tergantung pada usia dan kondisi,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sarif Kakung: Program MBG Harus Diimbangi Pengelolaan Sampah yang Bagus

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Photo :
  • Istimewa

Catatan Kemendikdasmen, faktor penyebab anak tidak sekolah adalah tidak ada biaya (25,55%), mencari nafkah atau bekerja (21,64%), menikah atau mengurus rumah tangga (14,56%), merasa pendidikan sudah cukup (9,77%), disabilitas (3,64%), sekolah jauh (2,61%), dan mengalami perundungan sebanyak 0,48%.

Halaman Selanjutnya
img_title