61 Stan di Pasar Ramadan Semarang Ini Auto Bikin Ngiler, Masuknya Gratis!

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi membuka Pasar Ramadan di Semarang
Sumber :
  • (Dokumentai Pemprov Jateng)

Jateng – Senin (9/3/2026) sore, halaman Wisma Perdamaian Semarang berubah jadi surganya para pencinta kuliner. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) resmi membuka Pasar Takjil Ramadan yang langsung diserbu ribuan pengunjung sejak pukul 17.00 WIB.

img_title Semarak Harlah PKB Jawa Tengah, Ini Rangkaian Acaranya

Bayangkan, 61 stan berjejer rapi menawarkan aneka hidangan menggoda—dari lumpia khas Semarang, nasi pecel, roti bakar, hingga sate dan gulai dari berbagai daerah. Aromanya bikin siapa saja yang lewat langsung tergoda untuk mampir. Suasana makin semarak dengan alunan musik akustik dan gelak tawa dari pengunjung yang asyik memilih menu berbuka.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung membuka acara ini. Beliau tampak antusias menyapa para pedagang dan pengunjung yang memadati lokasi. Tak lama setelah dibuka, stan-stan kuliner langsung kebanjiran pembeli—bukti nyata bahwa masyarakat sangat antusias menyambut even tahunan ini.

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Kolaborasi UMKM dan Pemerintah untuk Ekonomi Rakyat

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa even ini bukan sekadar bazar biasa. Pasar Takjil Ramadan merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng melalui Dinas Koperasi dan UMKM dengan para pelaku usaha kuliner.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

"Ini bagian dari upaya kita memfasilitasi teman-teman UMKM agar bisa menyajikan produknya dan bertemu langsung dengan konsumen. Mudah-mudahan ini jadi pemicu agar transaksi tidak hanya terjadi saat acara, tetapi berlanjut setelah Ramadan," ujar Sumarno di sela-sela kunjungannya seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jateng.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Eddy S Bramiyanto, menambahkan bahwa dari total 61 stan yang berpartisipasi, 53 di antaranya adalah stan kuliner, sementara 8 stan lainnya menyediakan layanan masyarakat. Ada cek kesehatan gratis, potong rambut gratis, hingga layanan zakat, infaq, dan sedekah yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

"Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 9 hingga 11 Maret 2026. Tujuannya jelas: memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM, khususnya produk kuliner dan takjil," jelas Eddy.

Pedagang dan Pengunjung: Even Seperti Ini Sangat Membantu

Salah satu pedagang yang ikut meramaikan, Basuki dari Roti Perjuangan, mengaku senang bisa berpartisipasi. Menurutnya, even seperti ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk dikenal masyarakat luas.

Halaman Selanjutnya
img_title