2 Kuliner Khas Jateng Ini Paling Dicari Saat Waktu Berbuka Tiba

Ilustrasi sahur, buka puasa, iftar
Sumber :
  • (Freepik)

JatengJawa Tengah (Jateng) tidak hanya terkenal dengan budaya dan keramahannya, tetapi juga menyimpan segudang kekayaan kuliner yang sayang untuk dilewatkan, terutama saat bulan Ramadan.

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Saat waktu berbuka tiba, beragam hidangan khas daerah siap menggoyang lidah, mulai dari yang bercita rasa manis hingga gurih.

Jika Anda sedang mencari inspirasi takjil yang unik dan autentik, berikut adalah dua rekomendasi menu berbuka puasa dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang wajib Anda coba, merangkum sejumlah sumber, Rabu (11/3/2026):

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

1. Getuk Nyimut (Kudus)

Berasal dari Desa Kajar, Kabupaten Kudus, jajanan tradisional ini menawarkan sensasi berbeda dari getuk biasa. Jika umumnya getuk dikukus, getuk nyimut justru digoreng sehingga menghasilkan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Sensasi kejutan datang dari isian gula aren yang lumer saat digigit. Awalnya hanya berisi gula aren dan gula pasir, kini variasi isiannya berkembang pesat dengan hadirnya rasa nangka, cokelat, keju, hingga alpukat. Rasa manis yang menjadi ciri khasnya membuat getuk nyimut selalu dinantikan sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa di Kudus.

2. Mendoan (Purwokerto)

Siapa bilang takjil harus selalu manis? Masyarakat Banyumas punya jawabannya melalui Mendoan. Kuliner khas Purwokerto ini menyajikan tempe tipis yang dibalut adonan tepung berbumbu dengan potongan daun bawang

Keunikannya terletak pada teknik menggoreng yang hanya setengah matang atau dalam bahasa lokal disebut mendo. Hasilnya, tekstur mendoan menjadi lembek dan kenyal, berbeda dengan gorengan pada umumnya. Nikmatnya bertambah ketika dicocol dengan sambal kecap atau cabai rawit hijau selagi hangat, menjadikannya takjil gurih favorit warga Banyumas.