Dapur Marhaen Tiap Tanggal 10, Warga Jateng Bisa Makan dan Cek Kesehatan Gratis
- Istimewa
Jateng – Warga Jawa Tengah kini memiliki akses baru terhadap layanan sosial yang mudah dijangkau. Gratis hanya mudah dan murah, bahkan gratis.
Melalui Dapur Marhaen, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadirkan program berbagi untuk semua kalangan, yang akan digelar secara rutin pada tanggal 10 tiap bulannya.
Layanan sosial untuk seluruh warga ini bertempat di kantor 35 kantor DPC PDIP di seluruh Jateng, plus Panti Marhen atau kantor DPD PDIP Jateng, di Kota Semarang.
Program ini dirancang terbuka untuk umum tanpa prosedur yang rumit. Masyarakat cukup datang ke lokasi terdekat untuk dapat menikmati makan gratis dan periksa kesehatan gratis di Dapur Marhaen.
"Dalam pelaksanaannya, Dapur Marhaen tidak hanya menyediakan makan siang gratis, tetapi juga layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Semua gratis," tegas Sekretaris DPD PDIP Jateng, Sumanto.
Sumanto berharap, kehadiran Dapur Marhaen dengan dua layanan gratis sekaligus ini dapat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kondisi kesehatan.
Ia menegaskan, program ini merupakan bentuk kepedulian kader banteng terhadap seluruh lapisan masyarakat.
"Semua lapisan masyarakat, boleh datang. Gak ada sekat, siapa saja silakan menikmati program ini," ucap Sumanto, yang juga merupakan Ketua DPRD Jateng itu.
Program ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun demikian, perhatian khusus diberikan kepada kelompok yang membutuhkan, seperti pemulung, tukang becak, pedagang kaki lima, hingga mahasiswa. Masyarakat juga diperbolehkan datang bersama keluarga untuk mengikuti kegiatan ini.
Dalam setiap pelaksanaan, panitia menyiapkan sekitar 17.500 porsi makanan yang didistribusikan di berbagai titik. Sistem penyajian dilakukan secara prasmanan, sehingga pengunjung dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan.
Dengan pelaksanaan yang rutin setiap bulan dan lokasi yang tersebar di berbagai daerah, Dapur Marhaen diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.
"Nanti kita evaluasi, jika mendapat respons positif, maka bisa saja nanti program ini lebih ditingkatkan lagi," pungkasnya.