Dorong Balai Pembibitan Ternak Jadi Sumber Baru PAD di Jateng
- Istimewa
Jateng – Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan peran balai pembibitan ternak sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Optimalisasi aset lahan pemerintah dan pengembangan potensi ternak lokal dinilai berpeluang besar menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, dr. Sholeha Kurniawati, seusai berdiskusi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Jateng di Satuan Kerja Pembibitan Ternak Pagerkukuh, Kabupaten Wonosobo, beberapa waktu lalu.
Menurut Sholeha, balai pembibitan harus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis hulu (breeding center) dengan memaksimalkan aset daerah yang selama ini belum tergarap optimal.
"Kunci pertumbuhan ekonomi sektor peternakan ada di hulu, yakni pembibitan. Industri besar berkembang karena menguasai breeding. Kini saatnya seluruh aset milik pemerintah provinsi dioptimalkan agar produktivitasnya meningkat dan mampu menjadi sumber PAD yang mandiri," ujar Sholeha.
Dukungan DPRD Jateng ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang menunjukkan performa impresif subsektor peternakan:
• Pertumbuhan Stabil: Mengalami kenaikan konsisten dari 2,15 persen pada 2021 menjadi 3,42 persen pada akhir 2025.
• Ungguli Tanaman Pangan: Lebih tangguh dibanding subsektor tanaman pangan yang sempat terkontraksi hingga minus 0,45 persen pada 2023 akibat fenomena El Nino.
• Ungguli Sektor Kelautan: Tumbuh lebih baik daripada subsektor kelautan dan perikanan yang melambat di angka 2,80 persen pada 2025 akibat gejolak logistik global.
“Optimalisasi ini wajib dibarengi dengan penguatan fasilitas pembibitan di lapangan. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap plasma nutfah atau kekayaan genetik ternak asli Jawa Tengah agar kelestarian komoditas lokal tetap terjaga di masa depan,” ujarnya.