Berpeluang Jadi Wakil Ganjar, Sandiaga Uno: Presiden itu urusannya partai politik

Sandiaga Uno
Sumber :
  • VIVA/Uki Rama

VIVAJateng - Peta politik Indonesia semakin menarik perhatian seiring mendekatnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-52 Tahun PDIP

Salah satu hal yang menjadi fokus adalah siapa yang akan mendampingi calon presiden.

Dalam konteks ini, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Uno, memberikan sorotan terkait kans dirinya menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo.

Kebangkitan dan Harapan Baru untuk PPP Jawa Tengah

Meskipun begitu, Sandiaga menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan urusan partai politik.

"Presiden itu urusannya partai politik. Ini sekarang sudah ada contohnya dari pak presiden. Aku ora urus, yang urus itu partai politik, pimpinannya," kata Sandiaga di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 16 Agustus 2023 dikutip dari VIVA.

Reaksi Jokowi Disebut Masuk Nominasi Tokoh Dunia Terkorup 2024 Versi OCCRP

Dalam keterangannya, Sandiaga menggarisbawahi bahwa dia bukan bagian dari pimpinan partai politik, sehingga keputusan mengenai calon wakil presiden akan menjadi kewenangan masing-masing ketua umum partai koalisi yang terlibat. Sandiaga juga menyatakan optimisme untuk mendampingi Ganjar Pranowo, namun dia menunjukkan kesadaran untuk menjaga komunikasi yang harmonis di antara partai-partai koalisi.

Namun, Pandangan tersebut mendapatkan tanggapan dari DPP PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).

Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, menyatakan bahwa partainya mempersilakan PPP untuk keluar dari koalisi parpol pendukung Ganjar Pranowo jika Sandiaga Uno tidak terpilih sebagai bakal calon wakil presiden.

"Monggo (kalau PPP mau hengkang). Lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan," kata Basarah, yang mengedepankan prinsip kerja sama politik yang dilandaskan pada kesukarelaan dan tanpa paksaan.

Lebih lanjut, Ahmad Basarah menjelaskan bahwa DPP PDIP memiliki beberapa nama sebagai kandidat bakal calon wakil presiden, termasuk Sandiaga Uno, Mahfud MD, Yenny Wahid, Andika Perkasa, Erick Thohir, dan lainnya.

Meski menganggap probabilitas beberapa kandidat tersebut cukup tinggi untuk mendampingi Ganjar Pranowo, Basarah menegaskan bahwa keputusan akhir akan diputuskan melalui proses diskusi bersama dan melihat dinamika politik mutakhir.

Dalam beberapa bulan mendatang, tawa dan tangis, harapan dan kecemasan akan terus menyelimuti bumi Indonesia dalam perjalanan menuju Pilpres 2024.

Namun, satu hal yang tetap jelas adalah bahwa keputusan mengenai calon wakil presiden akan menjadi cerminan dari harmoni dan dinamika antar partai dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dan kesukarelaan.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di viva.co.id dengan judul "Kans Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar: Kita Alon-alon Aja, Masih Ada 2 Bulan"