Fatmawati Trophy 2026: Warisi Api Perjuangan Melalui Kelestarian Budaya
- Istimewa
Jateng –Malam di Gedung Odetrap, Kota Lama Semarang, terasa berbeda pada Jumat, (14/8/2026). Riuh rendah tepuk tangan berbaur dengan pesona kain-kain kebaya yang berlenggok anggun.
Di sanalah, para desainer terbaik dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mempersembahkan mahakarya mereka dalam ajang Grand Final Fatmawati Trophy 2026 Regional VII.
Acara yang diinisiasi oleh DPP PDI Perjuangan ini membawa misi besar: membumikan kembali sosok Fatmawati ke dalam sanubari generasi muda.
Fatmawati bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Beliau adalah simbol ketangguhan, sosok yang dengan jemari indahnya menjahit Bendera Pusaka Merah Putih untuk Proklamasi 1945.
Bintang Puspayoga, selaku Panitia Nasional, menyampaikan bahwa lewat selembar kebaya, kita bisa melihat refleksi kesederhanaan sekaligus keanggunan sang Ibu Negara.
"Kompetisi berjenjang yang dimulai dari coretan sketsa ini sengaja dirancang agar api semangat perjuangan Fatmawati bisa menyentuh hingga masyarakat akar rumput," katanya.
Di tangan para desainer masa kini, kebaya diubah menjadi busana yang adaptif dengan zaman, siap dipakai oleh generasi z, namun tetap memancarkan jati diri asli Indonesi