Libur Panjang Datang, Ini 8 Fakta Unik Dieng yang Bikin Wisatawan Jatuh Cinta
- Ist
Jateng – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertepatan dengan libur sekolah menjadi momen ideal untuk melepas penat sekaligus menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Setelah rutinitas panjang sepanjang tahun, banyak orang mulai mencari destinasi wisata yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman berkesan.
Dari wisata alam, budaya, hingga edukasi, berbagai daerah di Indonesia menawarkan pilihan liburan yang cocok untuk segala usia—menjadikan periode libur akhir tahun sebagai waktu terbaik untuk menjelajah dan menciptakan kenangan baru.
Di Jawa Tengah (Jateng) ada Dieng, yang bukan sekadar dataran tinggi biasa.
Destinasi unggulan Jawa Tengah ini menawarkan kombinasi alam dramatis, sejarah kuno, dan fenomena unik yang jarang ditemui di tempat lain. Dari lautan awan hingga jejak peradaban Hindu tertua, Dieng selalu punya cerita yang bikin penasaran.
Sebelum kamu berangkat, simak delapan fakta unik Dieng berikut ini merangkum sejumlah sumber, Selasa (16/12/2025) —nomor terakhir sering bikin orang tak menyangka!
1. Satu Destinasi, Dua Kabupaten
Banyak yang mengira Dieng hanya milik Wonosobo. Faktanya, kawasan ini terbentang di dua wilayah administratif: Wonosobo dan Banjarnegara. Inilah yang membuat Dieng punya ragam pengalaman wisata lintas kabupaten dalam satu perjalanan.
2. Dijuluki Negeri di Atas Awan
Berada di ketinggian rata-rata 2.090 mdpl, Dieng kerap diselimuti kabut tebal dan lautan awan. Tak heran jika tempat ini dijuluki The Land Above the Clouds—sensasinya seperti berjalan di negeri dongeng.
3. Dikepung Pegunungan Ikonik
Dieng dikelilingi gunung-gunung megah seperti Gunung Prau, Pangonan, dan Pakuwojo, dengan latar Sindoro–Sumbing yang ikonik. Lanskap ini membuat udara sejuk dan panorama selalu fotogenik.
4. Diyakini sebagai Tempat Para Dewa
Nama "Dieng" berasal dari bahasa Sanskerta "Di Hyang", yang berarti tempat tinggi para dewa. Sejak masa lampau, kawasan ini dipercaya sebagai wilayah sakral dalam kepercayaan Hindu.
5. Ada 'Salju' di Musim Kemarau
Fenomena embun es (frost) kerap muncul saat musim kemarau, biasanya Juni–Oktober. Es tipis yang menyelimuti tanaman ini sering disangka salju—pemandangan langka di Indonesia!