Jelang Libur Sekolah, Pengelola Diminta Tingkatkan Kesiapan Tempat Wisata

Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta seluruh pengelola destinasi wisata di provinsi ini meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah.

img_title MuseumKu GerabahKu Bantul Jadi Contoh Pengembangan Wisata Kreatif Jateng

Menurut Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, masa liburan sekolah diperkirakan akan mendorong lonjakan pergerakan wisatawan di berbagai daerah

"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan," ungkap Sarif.

img_title DPRD Jateng Usulkan Lima Rekomendasi Pengelolaan Wisata Terintegrasi

Atas dasar itu, lanjut Kakung, seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan wisatawan.

"Libur sekolah tidak hanya harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Jawa Tengah yang berkualitas dan berkelanjutan," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

img_title Optimalkan Pendampingan, Perkuat Pengelolaan Desa Wisata

Kesiapan tersebut, jelas Kakung, mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah.

"Termasuk tentunya, kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Photo :
  • Istimewa

Kakung berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas.

"Sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang serta membawa kesan positif terhadap pariwisata di provinsi ini," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Untuk memperkuat aspek keselamatan wisata, kata Kakung, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota perlu menyiapkan berbagai program pelatihan bagi pelaku industri pariwisata, khususnya pada aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, hingga snorkeling. 

"Pelatihan ini bisa dilakukan bersama asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi," katanya.

Sejauh ini, terang Kakung, dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.

"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," tandas Kakung.