Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan
- Rizky Adam
Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di berbagai daerah guna menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga pergerakan ekonomi dan iklim investasi di wilayah Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pemantapan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama menjelang hari raya. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing kabupaten dan kota.
“Menjelang Lebaran, kita juga fokus pada infrastruktur. Dengan kemampuan APBD masing-masing kabupaten/kota, prioritas kita adalah memantapkan jalan,” ujar Luthfi seusai menghadiri Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di Surakarta dikutip Antara, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan pemudik, tetapi juga berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang, mobilitas tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi masyarakat, terutama saat volume pergerakan meningkat menjelang Lebaran.
Ia mengungkapkan, saat ini kondisi jalan provinsi di Jawa Tengah tercatat hampir 97 persen dalam kondisi mantap. Sementara itu, jalan kabupaten dan kota berada di kisaran hampir 87 persen dalam kondisi layak.
Meski capaian tersebut cukup tinggi, Luthfi mengakui tantangan terbesar dalam menjaga kualitas jalan adalah faktor cuaca, khususnya curah hujan yang tinggi.
“Tantangan kita adalah curah hujan tinggi, karena penyakit jalan (rusak) itu air,” kata mantan Kapolda Jawa Tengah tersebut.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten dan kota akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan menjelang Idul Fitri dan puncak arus mudik, sesuai dengan peta jalan pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan.
“Ke depan, menjelang Idul Fitri dan arus mudik, kami akan lakukan evaluasi. Sesuai roadmap 2025, infrastruktur harus mantap. Jalan provinsi dan jalan kabupaten harus clear dari public complain,” tegasnya.
Luthfi menambahkan, kepastian kondisi infrastruktur jalan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Infrastruktur yang andal dibutuhkan untuk mendukung kawasan industri, sektor pariwisata, serta pengembangan ekonomi baru di berbagai daerah.