Komisi X DPR Dorong Perpusnas Lengkapi Literasi Muatan Lokal di Papua
- Dok Golkar
Jateng – Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melengkapi bahan bacaan atau literasi bermuatan lokal untuk Papua.
Hal itu dikatakan Agung Widyantoro kepada VIVA Jateng dari Papua, Rabu, 11 Desember 2024.
Menurut anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX (Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal) , bahan bacaan yang ada di Papua belum mencukupi dan sebatas bahan bacaan untuk kurikulum pendidikan.
“Ini tentu jadi pekerjaan rumah dan rapatkan kembali dengan Perpusnas bagaimana menyediakan literasi, bahan bacaan, tidak hanya jangkauan dalam kota saja, tapi menjangkau sampai ke pelosok,” kata Agung.
Lebih lanjut disampaikannya, Komisi X DPR RI akan melakukan rapat dengan Perpusnas terkait penyediaan bahan bacaan atau literatur khusus untuk Papua.
“Kami Insya Allah tahun 2025, akan dorong Perpustakaan Nasional agar ada kepedulian dan mensupport bahan-bahan bacaan ini memiliki muatan lokal yang banyak diminati, jadi sesuai dengan tematiknya. Kalau Papua pendekatannya kultur, budaya yang dekat dengan budaya Papua,” kata politisi Golkar itu.
Menurutnya, program yang telah dilakukan Perpusnas sudah berjalan baik dan bagus seperti adanya perpustakaan keliling, sudut baca, perpustakaan
“Itu sudah bagus, instrumen-instrumen sudah bagus, hanya bahan-bahan pustakanya didorong lebih banyak lagi, karena kalau bahan perputakaan hanya terkait kurikulum saja yang tidak diminati oleh anak-anak, mana mungkin mereka akan tertarik datang ke perputakaan,” kata dia.
Dalam kunjungan reses ke Papua, dirinya menemukan beberapa fakta terkait masalah pendidikan. Disebutkan, saat ini Papua membutuhkan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita menemukan fakta di lapangan, Papua kekurangan guru. Kami juga meminta untuk ditinjau ulang penurunan biaya makan gratis bergizi Rp15 ribu turun menjadi Rp10 ribu, sementara di Papua harga kebutuhan pokok lebih tinggi dibanding daerah lain, maka perlu ditinjau ulang,” kata Agung.
Temuan lain di lapangan adalah perlunya penambahan perguruan tinggi swasta (PTS) dan kecilnya alokasi pendidikan profesi guru.
“Dukung peran perguruan tinggi swasta. PTS berperan penting dalam membuka kesempatan pendidikan bagi masyaralat, terutama keluarga tidak mampu dan memperbesar alokasi pendidikan profesi guru,” kata mantan Bupati Kabupaten Brebes itu.