Sarif Minta Perkuat dan Percepat Industri Garam di Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Pemerintah provinsi Jawa Tengah diminta memperkuat dan mempercepat industri hilir garam agar produksi petani dapat terserap, baik untuk kebutuhan garam konsumsi maupun garam industri.

img_title Sarif Kakung Minta Pemprov Jadi 'Marketing' Produk Lokal

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah dalam menyoroti anjloknya harga garam rakyat yang kembali terjadi saat musim kemarau di sejumlah daerah.

"Persoalan ini terus berulang setiap tahun. Saat musim hujan produksi garam menurun sehingga harga meningkat, namun ketika musim kemarau produksi melimpah justru harga garam jatuh dan petani kesulitan memasarkan hasil panennya," ungkapnya.

img_title TEP Undip Dampingi Petani Senggi Siapkan Kios Tani Menuju Kedaulatan Pangan Papua

Kata Kakung, sapaan akrab Sarif, selama ini di Jateng ada Pabrik Garam Industri milik BUMD, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

"Selain membantu menstabilkan harga garam, juga akan bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.

img_title Mentan Amran: Pendapatan Petani Naik Lebih Cepat dari Biaya Produksi, NTP Tembus 127,73

BUMD tersebut, kata Kakung, jangan hanya menjadi pedagang garam. 

"Bukan pelaku utama industrialisasi garam yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, daerah, dan kesejahteraan petani garam," kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Photo :
  • Istimewa

Total produksi garam di Jateng pada 2025 lalu mencapai 283.202,19 ton. Kabupaten Pati berada di urutan teratas dengan 211.544,23 ton, disusul Rembang dengan 42.11,30 ton.

Kakung melanjutkan, pemerintah juga diminta mengevaluasi kebijakan impor garam agar tidak merugikan petani lokal, sekaligus mendorong penerapan teknologi produksi.

"Sehingga produktivitas petani tetap meningkat meski menghadapi perubahan musim," bebernya.

Kakung berharap berbagai langkah tersebut mampu menjaga stabilitas harga garam, meningkatkan kesejahteraan petani.

"Sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah penghasil garam," tandasnya.