Setya Arinugroho: Program Magang Kerja Jepang Jadi Investasi SDM Jateng

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho,
Sumber :
  • Istimewa.

Jateng – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan angka peminat yang cukup tinggi dalam program pemagangan di Jepang. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

img_title 960 Ribu Menganggur di Jateng, Fraksi PPP Jateng Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Menurut data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2026, sebanyak 401 dari 508 pendaftar telah mengikuti seleksi tingkat provinsi.

Selanjutnya, peserta akan kembali mengikuti seleksi nasional bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan International Manpower Development Organization atau IM Japan, mitra resmi Kemnaker di Jepang.

img_title Standardisasi Jadi Kunci UMKM Jawa Tengah Tembus Pasar Global

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho memberikan apresiasi sekaligus mendorong pengelolaan program secara berkelanjutan. 

Ia berharap, program ini bisa diakses secara merata dan lebih meluas, sehingga lebih banyak pula SDM yang bisa dikembangkan dan menekan angka pengangguran.

img_title DPRD Jateng Jembatani 10 Tuntutan Buruh KSBSI ke DPR RI, Soroti Masalah PHK dan Batas Usia

“Program magang kerja di Jepang punya tren peminat yang terus meningkat tiap tahunnya. Sekarang, PR kita bersama adalah pengelolaan program secara berkelanjutan untuk membentuk ekosistem yang baik. Kita harus mengupayakan semua memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri,” ungkap Ari saat ditemui.

Jawa Tengah sendiri menjadi salah satu provinsi pilihan yang dituju IM Japan karena dinilai memiliki SDM muda yang antusias dan energik. Karakter generasi muda yang demikian adalah modal yang dibutuhkan oleh industri Jepang.

Perusahaan-perusahaan Jepang memang dikenal memiliki etos kerja tinggi, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Mereka sangat menghargai kualitas personal dan sikap saling menghormati sesama.

Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugraho

Photo :
  • Istimewa

Jepang telah memberikan kepercayaan melalui kerja sama dalam program ini. Diharapkan, SDM Indonesia mampu menunjukkan kapasitas dan menjaga nilai-nilai luhur.

Pemagangan kerja di Jepang tidak bisa dilihat hanya sebagai penempatan kerja. Peserta pemagangan juga harus bertanggung jawab untuk menyerap budaya kerja di Jepang untuk kemudian diterapkan di Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan harapan yang disampaikan Ari tentang peran dan kontribusi setelah program magang selesai.

“Magang kerja di Jepang itu termasuk pencapaian yang tinggi. Peserta harus melewati berbagai seleksi untuk lolos. Jadi, penting untuk menjaga integritas selama magang. Kita harus melihat (program ini) sebagai peluang untuk mengembangkan industri lokal, bukan hanya sarana menghasilkan uang,” terang Ari.

Halaman Selanjutnya
img_title