Stop Mandi Tiap Hari? Penjelasan Ilmuwan Ini Bikin Banyak Orang Syok!
- (studiogstock/Freepik)
Jateng – Selama ini kita percaya mandi setiap hari adalah keharusan. Tapi fakta ilmiah ternyata tak sesederhana itu.
Kulit manusia—organ terbesar dengan luas mencapai 1,4 hingga 1,9 meter persegi—sebenarnya bekerja sebagai benteng alami yang sangat canggih. Bahkan beberapa penelitian menyebut luasnya bisa 10 kali lebih besar jika dihitung dari lipatan kulit, folikel rambut, hingga saluran keringat.
Di Amerika Serikat, obsesi terhadap kebersihan kulit telah melahirkan industri perawatan pribadi bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS pada 2024. Namun muncul pertanyaan besar: apakah kita benar-benar membutuhkan sabun dan sampo setiap hari?
CNN yang dikutip Kamis (11/12/2025) mencoba mengupasnya, lewat penjelasan Dr. James Hamblin, seorang dokter kesehatan masyarakat yang melakukan eksperimen ekstrem: berhenti mandi dengan cara tradisional selama lima tahun.
Dalam bukunya Clean, The New Science of Skin, Hamblin menegaskan bahwa ia bukan tidak mandi sama sekali—melainkan mengubah total cara membersihkan tubuhnya.
"Saya tidak mandi dengan cara konvensional, tapi saya tetap melakukan eksperimen dengan berbagai metode pembersihan," ujarnya dalam podcast CNN Chasing Life.
Menurut Hamblin, sabun tidak selalu diperlukan untuk menghilangkan kotoran. Gesekan mekanis dan air saja sebenarnya sudah melakukan banyak pekerjaan.
"Ketika kita menggosok tangan di bawah air, kita sudah menghilangkan banyak kotoran," jelasnya.
Meski begitu, ia menegaskan aturan ini tidak berlaku untuk pekerja medis dan pekerja makanan yang membutuhkan tingkat sterilisasi tinggi.
Kesehatan Beda dengan Kebersihan: Inilah Penjelasan Hamblin
Dr. James Hamblin memaparkan garis tegas antara dua konsep ini. Kebersihan seperti mandi dengan sabun dari kepala hingga kaki—menurutnya—adalah bagian dari rutinitas estetika, bukan kebutuhan medis.
Ia juga membahas mikrobioma kulit, “probiotik alami” yang melindungi tubuh. Penggunaan sabun berlebihan dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma ini, sama seperti antibiotik yang bisa mengacaukan flora usus.
"Mandi setiap hari dengan sabun dari ujung kepala hingga ujung kaki adalah pilihan kosmetik dan rekreasional, bukan kebutuhan kesehatan," tambahnya.
Hamblin juga menyebut seseorang tetap bisa sehat meski tidak mandi beberapa hari, selama kebersihan dasar seperti mencuci tangan dan mengganti pakaian tetap dilakukan.