Medali Emas Tak Semahal Kelihatannya, Nilainya Cuma Segini Jika Dijual!
- (michalnavrat/pixabay)
Jateng – Medali emas Olimpiade selalu jadi simbol kejayaan tertinggi atlet dunia. Tapi di balik kilauannya yang mewah, ada fakta mengejutkan yang jarang diketahui banyak orang.
Berikut ini ulasannya, mengutip sejumlah sumber, Kamis (11/12/2025):
1. Proses pembuatannya memang luar biasa—mulai dari Olimpiade Rio 2016 yang memproduksi 5.130 medali selama 48 jam nonstop dengan 80 pekerja, hingga medali PyeongChang 2018 yang dirancang oleh Lee Suk-woo. Namun, satu pertanyaan besar terus muncul: apakah medali ini benar-benar terbuat dari emas?
2. Ternyata jawabannya bikin kaget.
Bahkan medali emas Olimpiade bukanlah emas murni 100%, dan faktanya ini sudah berlaku lebih dari 100 tahun!
"Sejak tahun 1912, Komite Olimpiade Internasional (IOC) sudah melarang pembuatan medali emas dari emas murni," demikian mengutip sejumlah sumber.
3. Alasan tak murni dari emas? Emas murni terlalu lunak, terlalu mahal, dan terlalu berat. Inilah sebabnya, medali emas yang digantungkan di leher para juara dunia itu sebenarnya adalah 93% tembaga yang dilapisi emas, dengan hanya sekitar 6 gram emas asli di permukaannya.
4. Tak heran harga material sebuah medali emas "hanya" sekitar Rp11,4 juta–Rp18 juta. Bahkan medali Olimpiade Musim Panas 2024 diprediksi bernilai material €700–€800 atau sekitar Rp11,9 juta–Rp13,7 juta.
Meski bisa dijual, hampir tak ada atlet yang rela melepasnya. Nilai emosional dan sejarahnya jauh lebih mahal dibanding lapisan emas yang menempel di permukaannya.