PPP Jateng: Suarakan Perubahan, 2029 Kembali ke Senayan

Konsolidasi PPP Jawa Tengah
Sumber :
  • Istimewa

Baginya, PPP bukan sekadar alat politik, tetapi warisan perjuangan yang tak bisa dipisahkan dari dakwah. “Agama adalah prinsip utama, tapi jangan melupakan sumber ekonomi. Pendidikan politik bagian dari dakwah. Islam adalah agama ilmu dan pengetahuan. Maka PPP harus menjadi motor perubahan,” tambahnya.

img_title PKB Jateng Berkomitmen Perjuangkan Layanan Kesehatan Masyarakat

Suara berbeda datang dari H. Ja’far Sodiq, Anggota DPRD Jawa Tengah yang dikenal kritis. Ia mengingatkan betapa besar kekuatan kader ideologis yang sering terabaikan. “Pada 2018, saya ditugasi pimpinan Pusat turun ke bawah. Saya sempat berhenti di sebuah desa karena melihat bendera PPP berdiri di pinggir jalan. Saya turun, bertemu warga yang memasang bendera itu. Ironisnya, mereka tidak tahu siapa ketua umum atau pengurus pusat PPP. Tapi mereka berkata: Kami tidak peduli siapa pengurusnya, kami tetap PPP. Itu luar biasa. Mereka militan, ideologis, dan setia pada partai, bahkan mereka bilang jika saya disembelih darah saya hijau” kenangnya.

Menurutnya, militansi semacam itu adalah modal besar yang justru sering dilupakan. “PPP berbeda dengan partai lain. Kekuatan kita bukan hanya pada elite, tapi pada basis militan yang rela berjuang tanpa pamrih. Itulah energi yang harus kita rawat jika ingin bangkit kembali,” tegasnya. Konsolidasi di Kebumen juga menjadi ruang refleksi. Para tokoh tak segan mengkritik kelemahan manajemen Pemenangan Nasional yang membuat suara PPP merosot. Namun kritik itu justru dipahami sebagai pemicu perubahan. PPP Jawa Tengah kini menatap 2029 dengan tekad baru. Dari Kebumen, pesan yang muncul jelas: PPP sedang membenahi rumahnya, merapatkan barisan, meneguhkan ideologi, dan memantapkan struktur.

img_title PPP Demak Gelar Pengajian Umum dan Santunan Yatim Piatu, Perkuat Ukhuwah dalam Semangat Muharoman

Kehadiran figur muda seperti Gus Idror menjadi sinyal regenerasi, sementara militansi kader di akar rumput adalah bukti bahwa PPP belum kehilangan jiwanya. Jalan Panjang Menuju 2029. Tantangan tentu masih besar. Data menunjukkan suara PPP di level kabupaten relatif masih terjaga, tetapi melemah di provinsi dan pusat. Tanpa pembenahan serius, peluang 2029 bisa terlewat. Namun dari Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga, tekad baru sudah dipatri: PPP tidak boleh menyerah.

Halaman Selanjutnya
img_title