3.500 Warga Terisolasi, Pemkab Jepara Buka Jalur Darurat Tembus Longsor

Ilustrasi Longsor
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bergerak cepat membuka jalur alternatif darurat menyusul terputusnya akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, akibat bencana tanah longsor di sejumlah titik. Langkah ini diambil untuk mencegah ribuan warga terisolasi lebih lama.

img_title Keren! Isi Kotak MBG di Jepara Kini Transparan, Ada Rincian Harga hingga Kandungan Kalori

Camat Keling Lulut Andi Andriyanto mengatakan, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak saat ini tengah melakukan asesmen untuk membuka jalur Medono–Kadalan yang dinilai tidak melewati titik longsor aktif.

“Untuk jalur alternatif Medono–Kadalan, saat ini masih dilakukan asesmen bersama Jip Tanbu Community (JTC), BPBD, dan relawan. Kami pastikan jalur ini layak sebagai akses darurat bagi masyarakat,” kata Lulut, Minggu 11 Januari 2026.

img_title Kudus Dikepung Longsor: 8 Lokasi Terdampak, Warga Diminta Siaga Hujan Ekstrem

Cuaca Masih Hujan, Warga Diminta Waspada

Berdasarkan laporan terbaru penanganan bencana pada Minggu (11/1) pagi, wilayah terdampak masih diguyur hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang. Meski demikian, jalur Damarwulan–Kaliombo dan Medani–Kaliombo dilaporkan sudah dapat dilalui, dengan catatan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan tetap ditingkatkan.

img_title Setya Arinugroho Minta Pemerintah Jateng Perkuat Sinergi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Pada hari ini, kata Lulut, alat berat sementara diistirahatkan demi faktor keselamatan. Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor secara manual di jalur Kaliombo–Tempur.

“Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, Destana Tempur, serta para relawan,” ujarnya.

Dapur Umum Aktif, BBM dan Genset Jadi Kebutuhan Mendesak

Dari sisi logistik, dapur umum masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan relawan dan warga terdampak. Bantuan logistik hari ini disuplai oleh Dinsospermades, PMI, dan BPBD.

Sebanyak 100 paket makanan disiapkan untuk sarapan dan 400 paket untuk makan siang, dengan distribusi dilakukan secara estafet ke lokasi kerja.

Sementara itu, kebutuhan mendesak lainnya adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasikan generator set, karena pasokan listrik dari PLN belum pulih.

“Sebanyak 100 liter BBM sudah disalurkan dari Yayasan Al Fitroh, dan tambahan bantuan dari Baznas direncanakan menyusul sore ini,” kata Lulut.

Pemerintah kecamatan juga menyiapkan pos logistik terpisah dari dapur umum. Pos tersebut digabung dengan posko kesehatan dan posko relawan guna memperlancar koordinasi serta penyaluran bantuan.

Koordinasi Lintas Daerah Diperkuat

Halaman Selanjutnya
img_title