Dana Saksi PPP sesuai Validitas dan Target Kursi DPRD
- Istimewa
Jateng – Dana saksi PPP untuk pemilu 2024 lalu di Jawa Tengah masih terus menjadi polemic. Wakil Ketua DPW PPP Jateng Mohamed Syahir SH MH angkat bicara.
Ia mengatakan dana saksi dari DPP PPP saat ini diterima Ketua DPW PPP Jateng Masruhan bersama Sekretaris DPW Suyono dari tangan Plt Ketum Mardiono di rumahnya di Permata Hijau menjelang hari pencoblosan pemilu 2024. Jumlahnya sekitar 7 Miliar lebih.
“Saat itu, pak Mardiono mengatakan DPP hanya bisa membantu dana saksi separo dari jumlah saksi di semua daerah dan untuk kegiatan semacam pelatihan saksi diteguhkan dari dana tersebut,” ujarnya.
Kemudian Masruhan dan Suyono berkoordinasi dengan Sekjen PPP yang saat itu Gus Arwani yang juga menjadi pembina dapil Jateng sekaligus menyerahkan dana saksi untuk dapilnya Jateng 3.
Dana saksi selanjutnya dirapatkan bersama anggota fraksi PPP DPRD Jateng di ruang fraksi dengan keputusan kebijakan besaran uang saksi berdasarkan validitas usulan nama-nama dari DPC dan pertimbangan target kursi untuk DPRD Jateng dan DPR RI.
“Jumlahnya masing-masing cabang bervariasi tergantung pertimbangan tersebut,” ujarnya.
Jika daerah tersebut menjadi target perolehan Kursi dan data valid jumlah uang saksi kisaran 150 juta sampai 200 juta. Kalau datanya kurang valid dan tidak menjadi target dapat kursi seperti Sukoharjo dibawah 100 juta.
Untuk Pemalang sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPC Fahmi Hakim mendapatkan 200 dari Suyono yang juga caleg Pusat dari dapil Jateng 10 dan dari Masruhan 150 juta untuk saksi pengamanan suara. “Mestinya Ketua DPC Sukoharjo Dableg tabayun dulu ke DPW saat pemilu itu,” tambahnya.
Ketua DPW PPP Jateng Masruhan ketika dihubungi kenapa baru seminggu lebih baru muncul setelah berita mencuat. “Saya ingin menjaga kondusifitas PPP di Jateng dan kalau saat itu saya langsung menanggapi saya khawatir muncul kegaduhan yang berpotensi mengganggu muswil,” akunya.