Agar Mental Tetap Sehat Sambut Tahun Baru, Begini Saran dari Psikolog

Ilustrasi tahun baru, tahun baru, tahun baru 2026.
Sumber :
  • (xvector/freepik)

JatengPsikolog dari Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalimantan Timur, Nur Aisyah Rahmani, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan sikap kasih sayang terhadap diri sendiri saat melakukan perenungan akhir tahun. Menurutnya, refleksi tahunan seharusnya menjadi ruang pemulihan mental, bukan ajang menyalahkan diri.

img_title Rahasia Leluhur Jawa Sambut Tahun Baru: Bukan Pesta, tapi Ritual Air Bunga & Wayang untuk Tolak Bala!

“Menghakimi diri sendiri secara berlebihan hanya akan menurunkan semangat dan kesehatan mental di tahun mendatang,” ujar Aisyah di Samarinda, Selasa.

Aisyah menilai momen pergantian tahun kerap berubah menjadi waktu yang penuh tekanan psikologis. Hal ini terjadi karena banyak orang lebih fokus pada kegagalan dan target yang belum tercapai, tanpa mengapresiasi proses panjang dan usaha yang telah dijalani selama setahun terakhir.

Ia menegaskan, evaluasi diri di akhir tahun tidak seharusnya digunakan untuk menyudutkan diri sendiri atas berbagai kekurangan. “Mari mulai melihat kembali kemenangan-kemenangan kecil yang mungkin terlupakan selama dua belas bulan terakhir,” kata Aisyah dikutip dari Antara.

Menurutnya, menghargai pencapaian sederhana justru lebih menyehatkan kondisi batin dibandingkan terus memikirkan cita-cita besar yang belum terwujud. Sikap ini dinilai mampu membangun kepercayaan diri dan ketahanan mental yang lebih baik.

Dalam menyongsong tahun baru, Aisyah juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada resolusi atau janji perubahan yang terlalu tinggi dan kaku. “Target yang terlalu tinggi dan kaku tanpa pertimbangan matang justru berpotensi menjadi beban pikiran yang berat di kemudian hari,” ujarnya.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, ia menyarankan penetapan niat dan tujuan yang lebih luwes serta realistis. Pendekatan ini memungkinkan seseorang tetap bertumbuh dan berkembang tanpa tekanan tuntutan kesempurnaan yang tidak realistis.

Aisyah menambahkan, inti dari perenungan akhir tahun yang sehat adalah kemampuan menutup lembaran lama dengan rasa syukur dan penerimaan diri secara utuh. “Sikap berbaik hati pada diri sendiri ini memberikan ruang yang luas bagi pertumbuhan pribadi yang lebih positif di tahun yang baru,” pungkasnya.

 
 
 
img_title Awas! 3 Shio Ini Diprediksi Bernasib 'Sial' di Tahun Kuda Api 2026