Dokter Tim PSMS Medan Bantah Jadi Provokator di Stadion Harapan Bangsa
- VIVA/B.S. Putra
Keterangan Sufi dibenarkan oleh Fisioterapis PSMS Medan, Yongki Alexander Ritonga, yang menyaksikan kejadian tersebut.
Yongki mengatakan bahwa mereka masuk ke lapangan setelah dipanggil wasit Irfan Wahyu untuk merawat Rochim.
Namun, setelah Rochim bangkit, mereka disuruh cepat keluar lapangan oleh pemain Persiraja dengan cara mendorong Sufi.
Yongki juga membantah bahwa pemain dan tenaga medis PSMS memprovokasi penonton.
Ia menegaskan bahwa mereka tidak mungkin melakukan hal itu di hadapan 31.000 penonton yang mendukung Persiraja.
Ia juga menyebutkan bahwa pemain dan official PSMS yang dilempari saat mau masuk ke ruang ganti dan kapten Rachmad Hidayat yang dipukuli di lorong.
"Mereka memfitnah medis memprovokasi padahal tidak. Itu tidak betul, kita mau datang, karena bang Rochim bangkit, dokter didorong pemain Persiraja memaksa cepat keluar. Tidak mungkin kami memprovokasi di hadapan 31.000 penonton, kami tidak gila. Pemain dan official kami yang dilempari saat mau masuk ke ruang ganti dan kapten Rachmad Hidayat dipukuli di lorong," ucap Yongki.