Bukan Sekadar Kilat, Ini Fakta Petir yang Bikin Merinding
- VIVA
Jateng – Petir sering dianggap hanya sebagai kilatan cahaya saat hujan deras. Padahal, petir adalah fenomena pelepasan muatan listrik akibat perbedaan potensial positif dan negatif yang sangat tinggi antara awan dan lingkungannya untuk menetralkan kondisi.
Di balik kilat yang hanya berlangsung sepersekian detik itu, tersimpan fakta-fakta mencengangkan yang jarang disadari banyak orang. Berikut ulasannya, mengutip sejumlah sumber, Senin (15/12/2025):
1. Petir Menyambar hingga 1 Miliar Kali dalam Setahun
Fenomena ini ternyata terjadi nyaris tanpa henti di seluruh dunia. Sambaran petir bisa muncul di dalam awan, antar-awan, antara awan dan udara di sekitarnya, hingga awan ke permukaan tanah. Dari seluruh kejadian tersebut, hanya sekitar 20 persen sambaran yang benar-benar mencapai permukaan Bumi. Sisanya, sekitar 80 persen, terjadi di dalam awan, antar awan, atau ke udara sekitar. Secara global, petir terjadi kurang lebih 50 kali setiap detik. Penelitian pada 2006 bahkan mencatat sambaran petir ke permukaan tanah di Amerika Serikat mencapai sekitar 25 juta kali per tahun.
2. Panasnya Gila-Gilaan, Lima Kali Lebih Panas dari Matahari
Suhu petir ternyata jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan. Temperatur petir mencapai 54.000 Fahrenheit atau sekitar 30.000 derajat Celsius. Sebagai perbandingan, suhu permukaan matahari "hanya" sekitar 6.000 Kelvin atau 5.700 derajat Celsius. Namun, suhu petir tetap kalah ekstrem jika dibandingkan dengan pusat matahari, yang diperkirakan mencapai 15 juta Kelvin.
3. Bukan Gas, Cair, atau Padat—Petir Berwujud Plasma
Petir tidak bisa digolongkan sebagai gas, padatan, maupun cairan. Fenomena ini termasuk dalam wujud zat yang disebut plasma. Plasma adalah kumpulan proton, elektron, dan neutron, di mana elektron terlepas dari atomnya. Wujud ini tampak seperti gas, tetapi berperilaku berbeda. Jika gas bergerak bebas ke segala arah, plasma justru mengalir menyerupai cairan. Para ilmuwan menyebutnya sebagai perilaku kolektif plasma.
4. Mengapa Petir Terlihat Dulu, Guntur Menyusul Belakangan?
Petir bergerak dengan kecepatan cahaya, mendekati 300 juta meter per detik. Itulah sebabnya kilatan cahaya langsung terlihat. Sebaliknya, guntur bergerak dengan kecepatan suara sekitar 330 meter per detik, sehingga terdengar beberapa detik setelah petir menyambar.