Bumi Pernah Berwarna Ungu? Ini 4 Fakta Ilmiah yang Jarang Dibahas
- (paulleminh1959/Pixabay)
Jateng – Selama ini, Bumi sering dianggap sebagai planet yang sudah kita pahami luar dalam. Sejak bangku sekolah, kita diajarkan bahwa Bumi berbentuk bulat, berwarna biru, dan memiliki atmosfer ideal bagi kehidupan.
Namun ternyata, tidak semua pengetahuan itu sepenuhnya mencerminkan fakta ilmiah terbaru. Sejumlah temuan justru menunjukkan bahwa Bumi menyimpan banyak rahasia mengejutkan yang jarang dibahas di ruang kelas.
Dikutip dari Bright Side, Rabu (17/12/2025), berikut empat fakta tentang Bumi yang mungkin akan mengubah cara pandang Anda terhadap planet tempat kita tinggal:
1. Bulan Juga Mengalami Gempa
Gempa bumi bukan hanya terjadi di Bumi. Bulan juga mengalami gempa, meski frekuensinya jauh lebih jarang. Gempa di Bulan umumnya memiliki pusat yang sangat dalam, bahkan lebih dekat ke inti satelit.
Para ilmuwan meyakini fenomena ini dipicu oleh tarikan gravitasi Matahari dan Bumi yang memengaruhi struktur internal Bulan.
2. Emas di Bumi Sebenarnya Sangat Melimpah
Jika seluruh emas yang ada di Bumi digali dan diratakan, jumlahnya cukup untuk menutupi seluruh permukaan planet dengan lapisan setinggi sekitar 1,6 kaki atau 4,8 meter.
Fakta ini menunjukkan bahwa emas sebenarnya tidak langka, hanya saja sebagian besar masih tersembunyi jauh di dalam lapisan Bumi.
3. Bumi Pernah Berwarna Ungu?
Seorang ilmuwan dari University of Maryland mengemukakan teori mengejutkan bahwa Bumi kemungkinan pernah berwarna ungu di masa lalu.
Hal ini berkaitan dengan mikroba purba yang menggunakan molekul selain klorofil untuk memproses sinar Matahari. Molekul tersebut memberi warna ungu pada mikroba, sehingga Bumi saat itu diyakini memiliki tampilan yang berbeda dari sekarang.
4. Planet Mirip Bumi Sudah Ditemukan
Ilmuwan juga menemukan planet lain yang berpotensi dapat dihuni manusia di masa depan, yakni HD 904790. Planet ini berada di galaksi Bimasakti yang sama dengan Bumi dan disebut memiliki atmosfer, iklim, sumber daya alam, serta air tawar.
Meski demikian, jaraknya sangat jauh. Untuk mencapai planet tersebut, manusia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 300.000 tahun cahaya.