Adi Hermawan Tikam Leher Kakak Ipar yang Diduga Lecehkan Istrinya dan Ibu Mertuanya
- pixabay/kalhh
Semarang, VIVAJateng – Karena marah istrinya dilecehkan, Adi Hermawan (25) tikam leher Denny Kurniawan (31), kakak iparnya sendiri.
Kejadian berdarah ini terjadi di rumah Denny di Ngaliyan, Wonosari, Semarang pada Kamis dini hari (22/2).
Akibatnya, Denny harus dirawat di rumah sakit karena terima lima tusukan di leher.
Menurut Kompol Indra Romantika, Kapolsek Ngaliyan, peristiwa ini dipicu oleh pengaduan istri Adi tentang perlakuan tak senonoh Denny.
"Pelaku sakit hati karena istrinya mohon maaf dilecehkan oleh korban," ujarnya saat ditemui awak media di kantornya, Jumat (23/2/2024).
Korban mengalami lima tusukan di leher dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Tugurejo.
Adi mengatakan bahwa istrinya tiba-tiba meneleponnya ketika dia sedang bekerja.
Dia menyebutkan istrinya ketakutan dan menangis karena dilecehkan oleh Denny.
Denny melakukan pelecehan ketika istri Adi sedang tidur.
Kejadian itu terjadi di rumah mertua Adi.
Dia yang sedang bekerja segera minta izin untuk kembali.
Dia ingin tahu apa yang telah Denny lakukan.
"Katanya itu dilecehkan itu dipegang-pegang alat kelaminnya. Terus saya pulang, langsung saya ke rumahnya Denny," terangnya.
Alasan Denny tidak meyakinkan Adi.
Dia tambah geram saat mengetahui bahwa ibu mertuanya juga pernah mengalami hal yang sama.
"Ternyata dulu itu pernah kejadian mertua saya juga, makanya saya langsung emosi," terang Adi.
"Istri saya bilang ternyata ibu dulu juga pernah gitu tapi ibu nggak bilang," imbuhnya.
Tanpa ragu, Adi pun langsung menusuknya di tempat.
Korban mengalami satu luka sayatan dan lima luka tusuk.
Pihak korban melaporkan kejadian itu dan pelaku berhasil diamankan.
Pelaku diancam dengan Pasal 354 ayat 1 subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal 8 tahun penjara.
Artikel ini sudah tayang di tvonenews.com pada Jumat, 23 Februari 2024 - 20:26 WIB dengan judul "Istri Menangis Mengaku Dilecehkan Kakak Ipar Saat Tertidur, Suami Ngamuk Tusuk Pelaku Berkali-kali" oleh Reporter Tim TvOne, Didiet Cordiaz dan Editor Mumu Mujahidin.