Weekend Anti Bosan! Masak Menu Favorit Bareng Anak, Dijamin Makin Lengket
- canva pro
Jateng – Akhir pekan kini semakin banyak dimanfaatkan keluarga untuk melakukan kegiatan sederhana namun bermakna, salah satunya memasak menu favorit bersama anak. Aktivitas ringan di dapur ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cara efektif mempererat kedekatan orang tua dan anak tanpa harus keluar rumah.
Sejumlah riset kesehatan keluarga menyebut kegiatan memasak dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, melatih kemandirian, hingga memperbaiki kebiasaan makan mereka. Mulai dari memilih menu sederhana, membantu tahap persiapan, hingga menjadikan proses memasak sebagai sarana belajar, semuanya memberi dampak positif bagi perkembangan anak.
Tak kalah penting, menikmati hasil masakan bersama menjadi momen penutup yang memperkuat rasa kebersamaan. Apresiasi kecil dari orang tua membuat anak merasa dihargai dan semakin antusias untuk kembali terlibat di dapur pada akhir pekan berikutnya.
Berikut empat tips yang bisa diterapkan di rumah.
1. Pilih Menu Sederhana yang Disukai Anak
Memulai dari menu favorit seperti pancake, sandwich, atau nasi goreng membantu anak memahami proses memasak tanpa tekanan. Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut, mengenalkan anak pada menu sederhana dapat meningkatkan minat terhadap makanan sehat dan mengurangi picky eating.
2. Ajak Anak Terlibat dalam Tahap Persiapan
Tugas ringan seperti mencuci sayur, mengambil bumbu, atau menata bahan dapat melatih koordinasi saat anak belajar bertanggung jawab. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kepercayaan kecil seperti ini mampu menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri.
3. Manfaatkan Momen Memasak untuk Belajar
Kegiatan memasak dapat menjadi sarana mengenal angka, warna, hingga membaca resep. Anak dapat menghitung takaran bahan atau memilih sayuran dengan warna tertentu. CDC mencatat, aktivitas memasak dapat mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak.
4. Nikmati Hasil Masakan Bersama
Bagian terbaik dari memasak bersama adalah menikmati hasilnya sebagai keluarga. Apresiasi sederhana membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk ikut membantu di lain waktu. Child Mind Institute menilai, validasi semacam ini penting untuk perkembangan emosional anak.