Kuatkan Karakter Anak, Pemerintah Ajak Keluarga Berkumpul Setidaknya Satu Jam per Hari

ilustrasi makan siang gratis untuk anak sekolah
Sumber :
  • canva pro

Jateng – Pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan dari level paling dasar, yakni keluarga, sebagai fondasi membangun kemandirian bangsa. Salah satu langkah yang didorong adalah membangun kedekatan dan kualitas interaksi keluarga di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.

img_title Tak Ada Toleransi! Perkawinan Anak Terancam Dijerat UU TPKS

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengajak seluruh keluarga di Indonesia meluangkan waktu berkualitas minimal satu jam setiap hari untuk berkumpul dan bercengkerama bersama.

“Kita ingin menguatkan pendidikan karakter anak. Dengan satu jam berkualitas bersama keluarga, harapannya nilai-nilai agama dan budaya bisa benar-benar ditanamkan kepada anak-anak,” ujar Woro dalam kegiatan Hari Keamanan Berinternet 2026 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

img_title Jurus Pemkot Semarang Kurangi Anak Main Gadget, Taman Abdulrahman Saleh Diresmikan

Menurut Woro, kebiasaan sederhana seperti makan bersama di meja makan atau ruang keluarga dapat menjadi medium efektif untuk membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Momen tersebut membuka ruang diskusi antara orang tua dan anak, mulai dari pengalaman di sekolah, pertemanan, hingga tren dan gim yang sedang digemari anak.

“Pada saat makan bersama, keluarga bisa saling bercerita. Itu ruang yang sangat baik untuk membangun kedekatan,” katanya.

img_title Weekend Anti Bosan! Masak Menu Favorit Bareng Anak, Dijamin Makin Lengket

Woro juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada gawai saat waktu keluarga berlangsung. Namun, ia mengingatkan agar pendekatan yang digunakan bukan dengan larangan kaku, melainkan kesepakatan bersama.

“Manfaatkan satu jam itu benar-benar untuk keluarga, tanpa memegang gadget. Mungkin bukan dengan pembatasan yang kaku, karena kalau dibatasi, anak justru cenderung curi-curi,” ujarnya.

Ia menilai, membangun kebiasaan tersebut memang tidak mudah dan membutuhkan komitmen dari seluruh anggota keluarga. Karena itu, pemerintah mendorong inisiatif ini menjadi sebuah gerakan bersama.

“Ini upaya untuk membangun bonding antara anggota keluarga. Tidak mudah, perlu pengorbanan dari anak maupun orang tua. Maka ini kita dorong menjadi sebuah gerakan,” tegas Woro.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga menyoroti pentingnya perubahan pola aktivitas anak di tengah tantangan global, termasuk perubahan iklim. Ia mengajak satuan pendidikan memperkuat pendidikan karakter dengan mengenalkan budaya green time untuk mengurangi screen time.

Halaman Selanjutnya
img_title