Pemuda Tani Indonesia Optimis Program Swasembada Pangan Prabowo Dapat Terwujud
- Ist
Jateng – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Suroyo menilai swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo realistis. Pihaknya pun optimistis bahwa program tersebut dapat diwujudkan.
Menurutnya, Indonesia memiliki lahan yang luas serta komoditas pangan yang beragam. Selain itu, ia menambahkan, berbagai program dilaksanakan Kementerian Pertanian, seperti food estate melalui cetak sawah baru serta revitalisasi lahan tidur merupakan langkah yang tepat untuk mempercepat swasembada pangan nasional.
"Dengan lahan luas dan komoditas beragam, program seperti cetak sawah baru dan revitalisasi lahan tidur adalah langkah yang tepat untuk mewujudkan swasembada pangan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2024.
Suroyo juga menekankan pentingnya sumber daya manusia yang kompeten di sektor pertanian dan kolaborasi antar stakeholder. Ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan adalah aspek vital bagi keamanan suatu bangsa, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian politik global.
"Persoalan pangan adalah soal hidup mati suatu bangsa, bukan semata-mata persoalan primer lebih jauh dari itu adalah soal pertahanan negara," ujarnya.
Selain itu, dia menyoroti rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, dengan hanya 22 persen dari mereka yang berpartisipasi.
Menurutnya, peran generasi muda untuk terlibat dalam mewujudkan swasembada pangan sangat penting. Hal ini mengingat generasi muda adalah pemegang estafet pembangunan nasional, termasuk di sektor pertanian.
"Diperlukan stimulus untuk mendorong generasi muda agar lebih aktif dalam pertanian, karena mereka adalah penerus produksi pangan di masa depan," tambahnya.
Sebagai organisasi yang fokus pada sektor pertanian, Pemuda Tani Indonesia siap mendukung langkah-langkah pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut. Suroyo percaya bahwa dengan pengelolaan yang baik, pemerintahan Prabowo-Gibran dapat mencapai visi tersebut, didukung oleh data kementerian pertanian yang menunjukkan potensi lahan yang signifikan.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian pada tahun 2022, Indonesia memiliki potensi lahan 63,4 Juta hektar. Luas lahan tersebut terbagi berdasarkan penggunaannya, antara lain, lahan perkebunan 18 juta hektar, lahan pertanian kering 26,3 juta hektar, lahan pangan 8,8 juta hektar, dan belum diusahakan 10,3 juta hektar. Di sisi lain kebutuhan Lahan pangan Indonesia sebesar 13,7 Juta hektar untuk dapat memenuhi konsumsi dalam negeri.
"Dengan potensi lahan 63,4 juta hektar dan kebutuhan lahan pangan yang terukur, kami optimis bahwa Indonesia bisa mencapai swasembada pangan demi ketahanan dan kemajuan negara," ucap dia.