Uniknya 8 Kuliner Khas Jawa! Nomor 5 Mirip Steak
- (Lanee/Pixabay)
Jateng – Cukup banyak makanan khas Jawa yang unik sekaligus enak di lidah. Apalagi, kuliner khas Jawa menggunakan bahan dan rempah asli Nusantara, mulai dari jahe hingga keluwek, yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit kronis.
Berikut beberapa pilihan makanan khas Jawa yang unik, mengutip sejumlah sumber, Rabu (21/1/2026):
1. Tongseng
Hidangan khas Jawa Tengah ini memiliki cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Bahan utamanya adalah daging kambing, sapi, atau ayam, yang kemudian dimasak bersama dengan tomat dan kol. Rempah yang digunakan dalam tongseng sangat beragam, termasuk kemiri, kunyit, jahe, dan lada, yang kaya akan antioksidan.
Seporsi tongseng tinggi akan kandungan protein dan zat besi, terlebih jika menggunakan daging merah, seperti kambing dan sapi. Selain itu, kol dalam tongseng juga memberimu asupan serat yang baik untuk saluran cerna, serta vitamin B6 untuk fungsi sistem saraf.
2. Soto
Di Pulau Jawa sendiri, soto cukup banyak jenisnya, mulai dari soto Kudus, soto Lamongan, hingga soto Sokaraja. Meski setiap daerah punya soto khasnya sendiri, hidangan ini memiliki satu kesamaan yaitu kuah kaldu dengan beragam rempah.
Berkat kuah kaldunya, soto menjadi makanan khas Jawa yang menyehatkan. Kaldu tinggi akan protein serta bisa meningkatkan produksi kolagen, meredakan peradangan, dan membuat tidur lebih nyenyak. Beberapa jenis soto juga dilengkapi dengan soun atau bihun sebagai sumber karbohidrat, ditambah lagi kol yang kaya akan vitamin C.
3. Rawon
Makanan yang berasal dari Jawa Timur ini identik dengan kuah berwarna gelap dan rasanya yang gurih. Potongan daging sapi tanpa lemak ditambah pelengkap seperti telur asin dan kecambah menjadikan rawon sebagai makanan khas Jawa yang menyehatkan.
Hidangan ini kaya akan antioksidan, seperti vitamin E, vitamin C, polifenol, dan flavonoid dari keluwek yang memberi warna gelap pada kuah rawon. Selain itu, hidangan ini juga tinggi protein dari daging sapi, vitamin K dari kecambah, dan selenium dari telur asin. Namun, jangan berlebihan dalam mengonsumsi telur asin ya.